Resmi Dibuka, Pameran Museum Keliling Hadirkan 65 Museum di Solo

  • 23 Jul 2026 15:06 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Pameran Museum Keliling Vijaya Jaladri Nusantara resmi dibuka di Ndalem Djojokoesoeman, Kota Surakarta, Kamis 23 Juli 2026. Pameran yang berlangsung hingga 26 Juli 2026 itu menghadirkan 65 museum, galeri, dan komunitas budaya dari berbagai daerah sebagai sarana edukasi sejarah dan pelestarian budaya.

Sekretaris Daerah Kota Surakarta, Budi Murtono, mengapresiasi penyelenggaraan pameran yang mempertemukan berbagai museum dalam satu lokasi. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal kekayaan sejarah dan budaya Indonesia.

"Jadi acaranya selama empat hari. Ini saya sangat mengapresiasi karena pesertanya dari berbagai museum yang ada di Indonesia, di Jawa Tengah, Jogja, jadi dari Bandung juga ada," ujar Budi.

Ia berharap sekolah-sekolah di Surakarta memanfaatkan pameran tersebut sebagai media pembelajaran di luar kelas. Dengan begitu, peserta didik dapat mengenal koleksi museum dari berbagai daerah tanpa harus melakukan kunjungan ke masing-masing museum.

"Nanti kepala-kepala sekolah yang hadir saya minta ajak murid-muridnya untuk hadir untuk melihat museum-museum ini. Mumpung museum-museum itu berkumpul di sini," katanya.

Menurut Budi, konsep Museum Keliling memudahkan masyarakat mempelajari sejarah Nusantara dalam satu lokasi. Tema kemaritiman yang diusung juga dinilai mampu memperlihatkan hubungan koleksi museum dengan kejayaan maritim Indonesia.

"Sangat bagus, sangat beraneka ragam. Dengan tema tentang kemaritiman ternyata semua museum bisa menunjukkan hubungan koleksi mereka dengan kejayaan maritim Indonesia masa lalu," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta, Maretha Dinar Cahyono, mengatakan pameran diselenggarakan untuk menghadirkan edukasi budaya di luar ruang fisik museum. Kegiatan tersebut juga bertujuan memperluas jangkauan museum kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

"Maksud kegiatan ini adalah menyelenggarakan pameran dan edukasi mengenai wawasan budaya di luar area fisik museum guna menjangkau ekosistem masyarakat yang lebih luas. Tujuannya meningkatkan kesadaran dan pengetahuan generasi muda mengenai nilai historis, sosiologis, dan filosofis koleksi museum," katanya.

Ia menambahkan pameran juga bertujuan menghilangkan stigma negatif terhadap museum di kalangan pelajar, meningkatkan kunjungan ke Museum Keris Nusantara Surakarta, serta mempererat kolaborasi antarmuseum, galeri, komunitas, dan lembaga budaya. Pameran turut menghadirkan produk kreatif berbasis budaya, dialog interaktif, pentas budaya, talk show, dan edukasi interaktif. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....