Merajut Kembali Benang Sejarah Mataram, saat Sultan HB X Belajar ke Sragen
- 10 Jul 2026 22:16 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN — Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sekaligus Raja Kasultanan Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, melakukan kunjungan bersejarah ke Kabupaten Sragen dalam rangka acara Muhibah Budaya Kamis 9 Juli 2026. Dalam momen penuh makna tersebut, Sri Sultan secara terbuka mengakui bahwa Bumi Sukowati (sebutan bagi Kabupaten Sragen) merupakan cikal bakal penting dari berdirinya Kasultanan Yogyakarta.
Kunjungan ini merupakan yang pertama kalinya bagi Ngarsa Dalem menjejakkan kaki di Sragen. Padahal, wilayah ini menyimpan jejak emas leluhurnya, Pangeran Mangkubumi (Sri Sultan Hamengkubuwono I), saat membangun fondasi peradaban "titik nol" perjuangan di Pandak, Krikilan, Kecamatan Masaran, Sragen pada Mei 1746 silam.
Sultan HB X menegaskan bahwa kehadirannya di Sragen membawa misi besar untuk merekonstruksi sejarah kelintasan Kasultanan Yogyakarta secara utuh. Selama ini, catatan mengenai awal mula perjuangan Pangeran Mangkubumi sebelum bertakhta dirasa masih perlu dilengkapi melalui napak tilas langsung ke Sragen.
"Ya, saya kira kami di sini untuk belajar. Karena kami untuk menelusuri sejarah, kami masih kurang. Dalam arti kurang itu, belum berkunjung ke sini," ungkap Sri Sultan saat diwawancarai awak media di rumah Dinas Bupati Sragen Kamis 9 Juli malam.
Sultan berharap, kunjungan ke berbagai petilasan tempat para pangeran dahulu tinggal dan berjuang di Sukowati dapat memberikan rekaman sejarah yang lebih komprehensif.
"Sehingga harapan kami, itu makin komplit kami mendapatkan rekaman yang utuh terhadap proses berdirinya Keraton Yogyakarta, di mana pangeran-pangeran itu asal dan tinggal di Sragen Sukowati. Selama ini kami kan tahunya hanya Hamengkubuwono I gitu aja, tapi yang sejarah sebelum itu kan perlu harus ke sini. Makanya di sini juga ada dialog untuk sejarah Pangeran Mangkubumi," ucap Ngarsa Dalem menambahkan.
Pengakuan tulus dari Raja Yogyakarta ini disambut dengan rasa haru dan bangga oleh Pemerintah Kabupaten Sragen. Bupati Sragen, Sigit Pamungkas menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kerawuhan (kehadiran) Sri Sultan HB X.
Bupati menyampaikan bahwa pengakuan ini menegaskan kembali status historis Sragen sebagai "saudara tertua" bagi Yogyakarta, sebuah memori kolektif yang selalu dirayakan masyarakat Sragen setiap tahunnya.
"Matur nuwun sanget, kami merasa senang sekali. Kami sangat mengucapkan terima kasih kepada beliau di Sragen, karena menjadikan sambungan kesejarahan Sragen dengan Ngayogyakarta itu menjadi tersambung kembali," ujar Bupati.
Ia menambahkan, esensi dari Hari Jadi Kabupaten Sragen sendiri tidak pernah lepas dari api perjuangan Pangeran Mangkubumi.
"Bagaimanapun juga, setiap hari jadi Sragen, itu kami memperingati kepahlawanan Pangeran Mangkubumi di Sragen, yang itu harus dijaga juga sejarahnya sampai dengan saat ini. Jadi kami sangat berterima kasih pada Ngarsa Dalem yang berkenan untuk rawuh di Sragen, menyambung kesejarahan kepahlawanan Pangeran Mangkubumi," kata Sigit.
Melalui agenda Muhibah Budaya dan dialog sejarah ini, hubungan kultural serta emosional antara Yogyakarta dan Sragen kini resmi bertaut kembali, membuka ruang kolaborasi kebudayaan yang lebih erat di masa depan demi melestarikan rekam jejak perjuangan Mataram Islam. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....