Kunjungan Muhibah Budaya Sri Sultan HB X ke Sragen Mundur Bulan Juli

  • 24 Jun 2026 17:23 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN – Rencana kunjungan Raja Yogyakarta sekaligus Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, ke Kabupaten Sragen dalam rangka napak tilas perjuangan Pangeran Mangkubumi (HB I) resmi mengalami perubahan jadwal. Kunjungan yang sedianya menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-280 Kabupaten Sragen tersebut dipastikan mundur hingga bulan depan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen, Hargiyanto, mengonfirmasi bahwa agenda penting ini akan digeser ke pertengahan bulan Juli mendatang. "Mundur di Juli. Pokoknya empat hari, jadi sekitar tanggal 8 sampai 12 Juli," ujar Hargiyanto saat memberikan keterangan kepada media Rabu 24 Juni 2026.

Meski jadwal kedatangan Sri Sultan mengalami penundaan, proses persiapan di lapangan terus berjalan. Hargiyanto membeberkan bahwa tim dari Provinsi DIY dijadwalkan langsung turun ke Bumi Sukowati untuk melakukan supervisi dan meninjau kesiapan lokasi-lokasi yang akan dikunjungi oleh Sultan.

Tim yang terdiri dari delapan orang tersebut akan memulai peninjauan pada pukul 09.00 WIB dengan menyisir sejumlah titik bersejarah yang terbagi dalam tiga klaster wilayah. Di antaranya di Kecamatan Masaran (termasuk kawasan Gombang dan Kragilan. Lantas di Kecamatan Tanon di wilayah Njekawal, serta Kecamatan Plupuh di wilayah Banaran.

"Kita rencanakan (peninjauan) sampai Njekawal dan Banaran, karena di sana ada tiga klaster itu. Tapi nanti kita tetap menunggu hasil sultan seperti apa," ucap Sekda.

Agenda bertajuk Muhibah Budaya ini dipastikan akan berlangsung meriah dan sarat edukasi. Selama 3 hingga 4 hari, tim kebudayaan dari Yogyakarta akan menetap di Sragen untuk melakukan transfer ilmu kepada masyarakat setempat melalui berbagai pelatihan, seperti belajar membaca naskah macapat hingga seni tari tradisional.

Hasil latihan intensif yang berpusat di Pendopo Kabupaten tersebut nantinya bakal dipentaskan secara resmi di kawasan Pemda Terpadu Sragen.

Selain pementasan budaya, puncak acara juga akan diisi dengan agenda makan malam bersama (dinner) yang dihadiri oleh jajaran Pemprov DIY, Pemkab Sragen, serta turut mengundang Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah.

Hubungan historis antara Sragen dan Yogyakarta yang sangat kuat, mengingat perjuangan Raden Mas Said dan Pangeran Mangkubumi (Sri Sultan HB I) sebelum Perjanjian Giyanti banyak berpusat di Sukowati (Sragen) akan dipertegas melalui kerja sama formal.

"Di makan malam itu nanti ada penandatanganan MOU kerja sama antara Sragen dan Jogja," kata Hargiyanto, mengenang awal mula terjalinnya komunikasi ini saat jajaran Pemkab Sragen melakukan audiensi langsung dengan Sri Sultan di Yogyakarta pada awal tahun 2025 lalu. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....