Pemkab-Warga Boyolali Gelar Sedekah Gunung Merapi

  • 17 Jun 2026 16:26 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Boyolali - Menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Boyolali bersama warga lereng Gunung Merapi di Kecamatan Selo, mengadakan tradisi tahunan Sedekah Gunung Merapi pada Selasa, 16 Juni 2026.

Tradisi yang sarat nilai budaya dan spiritual tersebut dipusatkan di Joglo Lencoh, Kecamatan Selo dan dihadiri ribuan warga, Bupati Boyolali, Agus Irawan, Wakil Bupati Dwi Fajar Nirwana serta jajaran Forkopimda.

Ditemui setelah acara, Bupati Boyolali, Agus Irawan mengatakan bahwa agenda rutin tahunan ini terus diadakan untuk menguri-uri budaya dan sebagai bentuk rasa syukur masyarakat lereng Merapi atas nikmat berupa tanah yang subur.

"Tentunya ini tradisi kita Kabupaten Boyolali dan masyarakat Selo dengan berharap diberikan keselamatan serta sebagai bentuk rasa syukur masyarakat lereng Merapi atas nikmat tanah yang subur hingga hasil pertanian yang melimpah," kata Agus Irawan.

Senada dengan Agus Irawan, Wakil Bupati Boyolali Dwi Fajar Nirwana turut berharap dengan selalu diadakannya acara tahunan ini bisa membawa keselamatan bagi masyarakat serta mampu mengangkat acara Sedekah Gunung Merapi menjadi potensi wisata baru yang bisa diikuti wisatawan.

"Dalam menyambut Tahun Baru Islam 1448 hijriah, berharap dengan adanya selamatan ini membawa keselamatan bagi masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi upaya untuk meningkatkan potensi wisata budaya di Kabupaten Boyolali, khususnya di kawasan lereng Merapi. Setiap tahunnya akan selalu kita anggarkan acara ini," ucap Dwi Fajar Nirwana.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Adat Sedekah Gunung Merapi, Paiman menjelaskan bahwa salah satu prosesi utama dalam tradisi ini, adalah kirab kepala kerbau yang nantinya akan dilarung ke kawasan puncak Gunung Merapi.

Sebelum larung dilaksanakan, masyarakat mengadakan kirab dari rumah warga menuju Joglo Lencoh. Selain kepala kerbau ada juga sembilan tumpeng, tumpeng palawija, gunungan hasil bumi, serta berbagai jenis sayur mayur hasil pertanian warga yang turut dibawa dalam kirab.

Sepuluh warga terpilih selanjutnya membawa kepala kerbau beserta sesaji menuju kawasan puncak Gunung Merapi. Perjalanan menuju lokasi larung ditempuh dengan berjalan kaki selama kurang lebih empat jam.

Ketua Adat Sedekah Gunung Merapi, Paiman, menjelaskan bahwa Sedekah Gunung Merapi memiliki sejumlah makna penting bagi masyarakat lereng Merapi.

"Maksud dan tujuan kegiatan ini yang pertama untuk nguri-uri budaya Jawa, yang kedua menyatukan berbagai kegiatan masyarakat di Desa Lencoh, Kecamatan Selo, dan yang ketiga untuk mendukung sektor pariwisata," ujar Paiman.

Ditambahkan dirinya bahwa tradisi ini dipercaya bisa menjaga keselamatan para warga sekitar lereng Gunung Merapi disaat mengalami erupsi.

"Gunung Merapi sewaktu-waktu bisa mengalami erupsi. Melalui tradisi ini, masyarakat memanjatkan doa agar dijauhkan dari marabahaya. Selain itu, gunungan hasil bumi juga menjadi wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena masyarakat diberikan tanah yang subur dan hasil pertanian yang melimpah," ujarnya menambahkan. (JK)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....