Kirab 1 Suro Hanya Diikuti Tiga Kebo Bule, Ini Penyebabnya
- 17 Jun 2026 09:27 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Kirab Malam 1 Suro pihak PB XIV Mangkubumi hanya diikuti tiga ekor kebo bule. Jumlah tersebut lebih sedikit dibanding tahun-tahun sebelumnya yang biasanya melibatkan lima hingga sembilan ekor kebo bule.
Serati Mahesa atau pawang kebo bule, Heri Sulistyo, mengatakan semula terdapat lima ekor kebo yang dipersiapkan untuk mengikuti kirab. Namun dua ekor di antaranya tidak dapat diikutsertakan karena masih dalam kondisi birahi dan sulit dikendalikan.
“Yang dua itu birahi terus enggak bisa. Yang dua itu enggak mau jalan,” katanya, Selasa 16 Juni 2026.
Menurutnya, tiga ekor kebo yang akhirnya dikirabkan telah dipersiapkan sejak awal dan dinilai siap mengikuti prosesi. Ketiga kebo tersebut adalah Paing, Nyai Wage, dan Sura.
“Yang disiapkan yang ini, sudah dari. Tadi Paing, Nyai Wage sama Sura,” ujarnya.
Heri menjelaskan jumlah kebo yang mengikuti kirab tidak memiliki ketentuan khusus. Pihak keraton menyesuaikan dengan kondisi kebo yang benar-benar siap dan mampu mengikuti prosesi hingga selesai.
Ia mengatakan pada tahun-tahun sebelumnya jumlah kebo yang mengikuti kirab umumnya lima atau tujuh ekor. Bahkan pernah mencapai sembilan ekor saat seluruh kebo dalam kondisi siap.
“Biasanya tujuh, lima gitu. Sembilan pernah,” ujarnya.
Menurut Heri, dua kebo yang batal mengikuti kirab sebenarnya sempat menjalani latihan bersama kebo lainnya. Namun saat dilakukan simulasi perjalanan mengelilingi keraton, keduanya tetap tidak menunjukkan kesiapan untuk berjalan.
“Yang tidak mau jalan itu Ponco sama Mugi. Yang masih birahi itu,” katanya.
Sebelum pelaksanaan kirab, tiga kebo yang dikirabkan telah menjalani latihan dan pemeriksaan kesehatan. Heri memastikan kondisi ketiganya sehat dan siap mengikuti seluruh rangkaian prosesi malam 1 Suro.
Ia menambahkan keputusan tidak mengikutsertakan dua kebo lainnya juga mempertimbangkan faktor keselamatan. Jika dipaksakan ikut kirab, dikhawatirkan kebo tersebut dapat bertingkah agresif dan membahayakan masyarakat yang menyaksikan prosesi. (Reza)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....