Tradisi Jenang Suro Gratis di Triwindu Tarik Ratusan Pengunjung

  • 16 Jun 2026 19:37 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Tradisi pembagian Jenang Suro gratis yang digelar para pedagang Pasar Triwindu kembali menjadi daya tarik bagi masyarakat saat libur Tahun Baru Islam 1 Muharam. Kegiatan tersebut tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga menjadi magnet wisata yang mendatangkan pengunjung dari berbagai daerah.

Jenang Suro yang dibagikan kepada masyarakat terdiri dari bubur lengkap dengan perkedel, telur, sambal goreng khas Solo, dan kedelai hitam. Selain itu, panitia juga menyediakan aneka jajanan pasar tradisional untuk memperkenalkan kuliner warisan budaya kepada generasi muda.

Ketua Paguyuban Pasar Triwindu, Nur Bramantyo, mengatakan tradisi Jenang Suran telah diwariskan secara turun-temurun oleh para pedagang pasar barang antik tersebut.

“Dulu orang tua kami membuat jenang dan dimakan bersama-sama. Dulu dari pedagang untuk pedagang, sekarang dari pedagang untuk semua,” ujarnya, Selasa, 16 Juni 2026.

Menurut Nur, tradisi tersebut terus berkembang seiring meningkatnya antusiasme masyarakat. Tahun lalu panitia menyediakan sekitar 150 porsi, namun permintaan mencapai 300 porsi. Tahun ini jumlah yang disiapkan meningkat menjadi 500 porsi.

“Tujuannya supaya generasi ke depan tidak putus dan juga mengenalkan Pasar Triwindu ke luar. Selain itu sebagai salah satu upaya mengangkat ekonomi pedagang,” katanya.

Nur menambahkan seluruh proses pembuatan jenang dilakukan secara gotong royong oleh para pedagang sejak sehari sebelumnya. Sementara pendanaan kegiatan berasal dari swadaya para pedagang yang ingin menjaga tradisi tetap hidup.

Salah satu pengunjung, Putri Badiah, warga Karanganyar, mengaku tidak mengetahui adanya agenda pembagian Jenang Suro saat berkunjung ke Pasar Triwindu. Ia datang untuk berwisata dan baru mengetahui kegiatan tersebut setelah tiba di lokasi.

“Awalnya kita cuma mau main ke Pasar Triwindu, ternyata berbarengan dengan acara ini. Tadinya sempat ragu gratis atau tidak. Buburnya enak dan porsinya besar banget. Aku kira cuma setengah, ternyata penuh,” ujarnya.

Putri menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman menarik bagi wisatawan sekaligus menjadi cara efektif memperkenalkan tradisi lokal kepada masyarakat luas. (Ryan Assyidiqi)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....