Tanpa Kirab Pusaka, Pihak PB XIV Purbaya Gelar Haul PB X hingga Doa Bersama
- 17 Jun 2026 08:36 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Meski tidak menggelar kirab pusaka, pihak PB XIV Purbaya tetap menggelar berbagai kegiatan spiritual dan adat. Rangkaian kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan Keraton Surakarta, Selasa 16 Juni 2026 malam.
Pengageng Paran Para Karsa PB XIV Purbaya, KPAA Nur Wijaya Adiningrat, mengatakan kirab hanya menjadi salah satu bagian dari peringatan Tahun Baru Jawa. Menurutnya, terdapat sejumlah agenda lain yang telah menjadi tradisi dalam peringatan malam 1 Suro.
“Upacara peringatan malam 1 Sura itu bukan cuma kirab saja. Akan tetapi ada haul Pakubuwono X, terus ada wilujengan, ada doa bersama, ada iktikaf dan salat hajat di Masjid Pujosono, terus ada juga doa di Bandengan dan lain sebagainya,” katanya.
| Baca juga: Memaknai Tahun Baru Islam 1 Muharam |
Ia menjelaskan rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk doa dan permohonan keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tradisi tersebut juga menjadi bagian dari warisan budaya Keraton Kasunanan Surakarta.
Pada peringatan malam 1 Suro tahun ini, Keraton Kasunanan Surakarta memutuskan tidak mengeluarkan pusaka untuk dikirabkan. Keputusan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan keselamatan pusaka.
“Dengan pertimbangan berbagai macam hal termasuk prioritas keselamatan pusaka dan lain hal maka Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Pakubuwono XIV (Purbaya) memutuskan untuk tidak miyoskan pusaka malam hari ini,” ujarnya.
Meski demikian, berbagai prosesi adat tetap dilaksanakan di dalam lingkungan keraton. Sementara para abdi dalem dan sentana yang telah mendaftar tetap diperkenankan menjalankan laku lampah dan doa bersama.
“Bagi para abdi dalem atau sentana dalem yang memang mau kirab keliling berdoa bermunajat pada Tuhan laku lampah dipersilakan,” katanya.
Ia mengatakan keputusan terkait pusaka sepenuhnya merupakan otoritas Sinuhun Pakubuwono XIV (Purbaya). Menurutnya, keputusan tersebut telah dipertimbangkan secara matang sebelum pelaksanaan malam 1 Suro.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Keraton juga membagikan wilujengan kepada masyarakat dan abdi dalem. Tradisi tersebut menjadi simbol doa keselamatan dan keberkahan dalam menyambut Tahun Baru Jawa. (Reza)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....