Kirab Enam Pusaka Jadi Ruang Refleksi Spiritual Mangkunegaran

  • 16 Jun 2026 22:22 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Kirab Pusaka Dalem Malam 1 Sura di Pura Mangkunegaran Surakarta pada Selasa 16 Juni 2026, tidak hanya menjadi tontonan budaya, tetapi juga dimaknai sebagai ruang refleksi spiritual bagi para peserta. Tradisi tahunan ini digelar untuk menyambut pergantian tahun Jawa dengan mengarak enam pusaka peninggalan Mangkunegaran.

Prosesi kirab berlangsung khidmat dengan iringan para abdi dalem dan masyarakat yang mengikuti ritual Topo Bisu. Selain sarat nilai spiritual dan budaya, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan melalui gotong royong berbagai elemen masyarakat. Dalam rangkaian acara, panitia juga membagikan udik-udik, air kembang, dan berkah Sura kepada warga yang hadir.

Salah satu peserta, Aris Anggara, warga Pasar Kliwon, mengaku baru pertama kali mengikuti kirab setelah mendapat undangan dari kerabatnya.

“Dia maknanya lebih ke spiritual kalau saya. Untuk ke depan, setahun ke depan itu harus bagaimana, refleksi dan me-merubah setahun yang lalu,” ujarnya.

Aris menilai ritual Topo Bisu memiliki pesan mendalam tentang pengendalian diri dan introspeksi. Ia berharap momentum bulan Suro menjadi titik perubahan ke arah yang lebih baik, baik dalam kehidupan spiritual maupun rezeki.

“Harapannya berubah menjadi lebih baik. Dalam hal spiritual, dalam hal rezeki,” katanya.

Peserta lain, Dewanto Putra Utama, mengaku telah mengikuti kirab selama empat tahun berturut-turut. Menurutnya, setelah kirab selesai, peserta melanjutkan dengan semedi selama satu jam dalam suasana gelap dan tanpa berbicara.

“Di situ kita menguhasabah diri atau merefleksikan diri setahun terakhir, setelah itu untuk harapannya bisa lebih baik di tahun ke depan,” ucapnya.

Dewanto menambahkan, semedi menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kesalahan yang pernah dilakukan agar tidak terulang di masa mendatang.

“Dari kesalahan-kesalahan dari setahun lalu harapannya tidak diulang kembali dan bisa lebih baik di tahun ke depannya,” ujarnya.

Kirab Pusaka Dalem Malam 1 Sura di Mangkunegaran hingga kini tetap menjadi tradisi yang dinantikan masyarakat, tidak hanya karena nilai budaya dan sejarahnya, tetapi juga karena makna spiritual yang dirasakan para peserta. (Ase)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....