Memaknai Tahun Baru Islam 1 Muharam

  • 16 Jun 2026 22:45 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta: Tahun Baru Islam bukan hanya ganti tanggal di kalender. 1 Muharram merupakan momentum hijrah.

Jika di Solo kita bicara "Solo Bersih", maka 1 Muharram merupakan hati yg Bersih

Esensi 1 Muharam kata editor rri.co.id Agus Yoga pada komentarnya adalah hijrah.

Dimana Hijrah Nabi dari Makkah ke Madinah bukan cuma pindah kota. Melainkan pindah dari Gelap ke terang.

Dari jahiliyah ke peradaban

1. Rusak ke baik : Disini dari masyarakat tribal yang korup ke tatanan Madinah yang adil.

2.Takut ke berani :

Berani meninggalkan zona nyaman demi kebenaran

Hal itu Kaitannya sama anti korupsi?

Korupsi itu jahiliyah modern. Pungli, sogok, mark-up = kegelapan.

Hijrah di 1 Muharram artinya: berani meninggalkan mental "gimana lagi, sudah budaya" menuju "Solo Bersih".

Pada komenternya yang terangkum pada bulletin warta pagi Selasa, 16 Juni 2026 berpandangan setidaknya ada beberapa makna tahun baru Islan untuk warga Solo, yakini :

Nilai Hijrah pada makna anti korupsi

Introspeksi/Muhasab

Cek diri: setahun ini pernah kasih "uang rokok" ke petugas tidak?

Pernah nitip absen?

Setidaknya ada komitmen baru tidak memberi dan tidak menerima suap, berani berani lapor

Solo mempunyai warisan, 1 Sura. Sebagai filosofinya dekat dengan anti korupsi:

Tirakatan, malam 1 Sura orang jaga diri, tidak pesta. Maknanya _eling lan waspada_. Anti korupsi juga butuh _eling_: inget ini uang rakyat. _Waspada_: jangan gampang tergoda.

Laku prihatin, opo bisu, ngebleng_diksisi dikandung maksud latihan nahan hawa nafsu. Korupsi lahir dari nafsu serakah. Muharram = latihan nahan nafsu "pengen cepet" pakai sogok.

Jamasan pusaka, keris dicuci supaya bersih. Hati kita juga. Hijrah = jamasan mental. Cuci dari mental pungli.

Jadi 1 Sura/1 Muharram di Solo itu bukan cuma bubur sura, namun momentum _jamasan karakter_.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....