Rumah Kebudayaan Dalem Joyosuman Kembangkan Talenta Muda
- 30 Mei 2026 17:51 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Kementerian Kebudayaan meluncurkan program Manajemen Talenta Budaya di Kota Surakarta. Program pusat ini diwujudkan melalui kegiatan Master Class Talenta Budaya. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Rumah Kabudayaan Dalem Joyosuman, Gajahan, Surakarta. Program ini menjadi wadah strategis untuk menjaring bakat masyarakat.
Kepala UPTD Museum Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surakarta, Bonita Rintiowati, memberikan penjelasannya. Menurutnya, Manajemen Talenta Nasional kini juga menyasar bidang kebudayaan masyarakat. Dinas Kebudayaan setempat bergerak mengelola potensi lokal tersebut melalui UPTD Museum. Target utama program ini adalah menyaring ekosistem bakat daerah.
"Setiap kota itu harus menyaring bakat-bakat masyarakatnya di sekitarnya," kata Bonita dalam dialog Jagongan Pro 4 RRI Surakarta, 18 Mei 2026
Pihak penyelenggara membuka tiga bidang master class meliputi kelas musik orkestra, teater, dan seni pertunjukan. Proses penjaringan peserta telah diawali sejak bulan Februari lalu. Pendaftaran dilakukan secara terbuka melalui media sosial Rumah Kabudayaan Dalem Joyosuman.
Masyarakat dari wilayah Solo Raya menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi. Seluruh pendaftar kemudian melewati tahapan kurasi ketat pada Mei kemarin. Peserta yang lolos kurasi tidak langsung masuk ke kelas utama. Mereka wajib mengikuti workshop dasar terlebih dahulu sebelum naik kelas.
Mengangkat Skena Anak Muda Solo
Khusus kelas teater, narasumber sepakat mengembangkannya menjadi format drama musikal. Sutradara drama musikal, Nurdiat Moko, menjelaskan konsep karya yang diangkat. Tim kreatif memilih tema yang lekat dengan kehidupan anak muda. Konsep pertunjukan fusi tersebut akan mengangkat fenomena skena musik lokal.
Karya ini dipersiapkan dengan tajuk 'Nyala Kecil Menghangatkan'. Tim produksi kini mulai mengintensifkan proses latihan setiap akhir pekan.
Proses kurasi awal berhasil menjaring sebanyak 26 peserta drama musikal. Latar belakang usia peserta sangat beragam, mulai dari 9 hingga 19 tahun. Sebagian besar peserta memang telah memiliki dasar di bidang kesenian. Namun, ada pula peserta yang baru sekadar menyalurkan keinginan bakatnya.
Asisten Sutradara, Prayogo Kukuh Praso, menerapkan metode khusus dalam melatih. Metode yang digunakan dinamakan metode 'menjadi dan menggali' potensi anak. Pendekatan ini dilakukan agar pelatih bisa melebur tanpa jarak generasi. Target awal pelatihan difokuskan pada kesiapan dasar menjadi aktor musikal.
| Baca juga: Gamelan Surakarta Warisan Budaya Jawa |
"Kita memastikan bahwa seluruh peserta siap menjadi aktor musikal," ucap Kukuh.
Sebuah pertunjukan direncanakan menjadi puncak capaian hasil pelatihan para peserta. Aktivitas ini sekaligus bertujuan untuk menghidupkan ekosistem Rumah Kabudayaan Dalem Joyosuman. Pemerintah daerah berharap talenta baru akan terus bermunculan.
Nama-nama seniman potensial hasil kelulusan program ini tidak akan ditelantarkan. Pihak dinas akan mendaftarkan nama mereka ke Kementerian Kebudayaan. Pencatatan tersebut bakal menjadi database kekayaan seniman bagi Kota Surakarta. Pengembangan talenta ini diproyeksikan menjadi investasi budaya jangka panjang. (Hil)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....