Pusaka Pangeran Sambernyawa Pertama Kali Dijamas di Pendapa Wonogiri
- 06 Jul 2026 23:23 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Wonogiri - Ritual jamasan lima pusaka peninggalan Pangeran Sambernyawa untuk pertama kalinya digelar di Pendapa Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Minggu 5 Juli 2026. Sebelumnya, ritual tahunan tersebut kerap dilaksanakan secara lebih besar di kawasan Waduk Gajah Mungkur.
Jamasan dilaksanakan bertepatan dengan 19 Sura Tahun Be 1960 Windu Sancaya Kurup Asopon atau 20 Muharam 1448 Hijriah. Prosesi dipimpin utusan KGPAA Mangkunegara X, Wedana Satriya Praja Mangkunegaran Kanjeng Pangeran (KP) Lilik Priarso Tirtodiningrat.
Lima pusaka yang dijamas merupakan senjata andalan dalam Perang Sambernyawan. Tiga pusaka disimpan di Monumen Tugu Ireng, depan Kantor Kecamatan Selogiri, yakni Tombak Kiai Totog, Tombak Kiai Jaladara, dan Keris Panjang Kiai Karawelang. Sementara dua lainnya, yakni Keris Semar Tinandu dan Tombak Kiai Limpung, disimpan di Rumah Tiban, Desa Bubakan, Kecamatan Girimarto.
Tim penjamas berasal dari Kawedanan Mandrapura Praja Mangkunegaran yang terdiri dari sejumlah abdi dalem. Prosesi berlangsung dengan tata adat Jawa dan dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Wonogiri, tokoh budaya, serta anggota Himpunan Kerabat Mangkunegaran (HKMN).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wonogiri, Sriyanto, mengatakan tradisi tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan Pangeran Sambernyawa sekaligus upaya pelestarian warisan sejarah.
"Sebagai penerus perjuangan, kita harus selalu menjaga, melestarikan, sekaligus itu bagian dari penghormatan atas perjuangan beliau," ujarnya.
Menurut Sriyanto, jamasan tidak sekadar ritual adat, tetapi juga perawatan fisik terhadap benda pusaka agar tidak rusak dan berkarat.
"Kalau kita lihat prosesinya itu lebih kepada bagaimana merawat pusaka itu biar tidak rusak," katanya.
Ia menjelaskan, pusaka dibersihkan menggunakan jeruk dan air, kemudian diberi minyak agar kondisinya tetap terjaga. Karena sebagian besar terbuat dari besi, perawatan dilakukan setiap bulan Suro.
Sriyanto menambahkan, pelaksanaan di Pendapa Kabupaten Wonogiri tahun ini dilakukan secara sederhana karena pertimbangan efisiensi anggaran.
"Telah dilaksanakan secara sederhana, tapi prosesinya semuanya mengena dan tujuan utama untuk melestarikan, menjaga, dan merawat itu semuanya kena," ucapnya.
Ia juga menyebut lokasi penyimpanan pusaka di Selogiri dan Girimarto bukan tanpa alasan. Kedua wilayah tersebut merupakan titik-titik penting dalam perjuangan Pangeran Sambernyawa di masa lalu.
"Itu adalah titik-titik di mana menjadi pusat perjuangan beliau," ujarnya. (Ase)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....