Hadiri Kirab Budaya dan Jamasan WOS, Astrid Widayani: Bentuk Penghormatan Leluhur
- 09 Jul 2026 08:54 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Sebagai kota budaya, Pemerintah Kota Surakarta terus menjaga dan melestarikan warisan sebagai bagian dari identitas Kota. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Kirab Budaya dan Tradisi Jamasan Wayang Orang Sriwedari (WOS) yang digelar di Kompleks Taman Sriwedari pada Selasa, 7 Juli 2026.
Kegiatan ini juga sebagai rangkaian menyambut Bulan Sura sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun ke-116 Wayang Orang Sriwedari. Acara kirab budaya dan jamasan turut dihadiri Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani.
Astrid Widayani mengatakan tradisi jamasan bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan bentuk penghormatan kepada para leluhur sekaligus doa agar kesenian Wayang Orang Sriwedari tetap lestari dan terus berkembang di tengah masyarakat.
"Ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sebagai bentuk penghargaan sekaligus doa untuk kegiatan yang telah berlangsung sejak era Pakubuwana X. Jamasan ini menjadi bagian dari ikhtiar kita mendoakan agar seluruh aktivitas kesenian di Wayang Orang Sriwedari dapat terus lestari," kata Astrid Widayani melalui keterangan tertulis yang diterima RRI.CO.ID.
Dalam rangkaiannya, tradisi jamasan diawali dengan doa bersama yang dipimpin Abdi Dalem Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, dilanjutkan dengan pembersihan Patung Nyai Denok, Patung Kyai Bagus, serta perangkat gamelan yang menjadi pengiring pertunjukan Wayang Orang Sriwedari.
Ditambahkan Astrid Widayani, pelestarian budaya tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Keterlibatan komunitas seni, paguyuban, pelaku budaya, hingga masyarakat menjadi kekuatan utama agar tradisi yang telah diwariskan selama lebih dari satu abad tetap hidup dan diminati generasi muda.
"Kegiatan ini juga melibatkan berbagai komunitas budaya, paguyuban pedagang, dan masyarakat di sekitar Sriwedari. Kami berharap kolaborasi seperti ini terus terjalin sehingga tradisi yang menjadi identitas Kota Surakarta dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya," katanya menambahkan.
Selain menjaga kelestarian perangkat kesenian, tradisi ini juga menjadi sarana memperkuat nilai-nilai budaya Jawa sekaligus mempertahankan eksistensi Wayang Orang Sriwedari sebagai salah satu ikon seni pertunjukan Kota Surakarta.
Kehadiran masyarakat dalam tradisi tersebut menunjukkan bahwa budaya bukan hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga ruang kebersamaan yang terus hidup dan berkembang di tengah kehidupan Kota Surakarta. Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembagian gunungan hasil bumi kepada masyarakat yang hadir. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....