Kota Cerdas Pangan Dorong Sistem Pangan Solo Lebih Tangguh dan Berkelanjutan
- 20 Agt 2026 20:16 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Pemerintah Kota Surakarta bersama masyarakat sipil terus mendorong pembangunan sistem pangan perkotaan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan melalui Program Kota Cerdas Pangan. Program ini diarahkan untuk memastikan pangan tidak hanya tersedia, tetapi juga mudah diakses masyarakat sekaligus dikelola dari hulu hingga hilir.
Direktur Gita Pertiwi, Titik Eka Sasanti mengatakan, Kota Cerdas Pangan dibangun untuk menghadapi berbagai tantangan sistem pangan perkotaan, termasuk dampak perubahan iklim. Menurutnya, Surakarta masih sangat bergantung pada pasokan pangan dari wilayah sekitar sehingga perubahan iklim yang memengaruhi produktivitas pertanian dapat berdampak langsung terhadap ketersediaan pangan di kota.
“Kenapa tangguh? Karena kaitannya dengan dampak perubahan iklim. Solo sendiri sebagai kota sangat tergantung pada suplai pangan dari daerah sekitarnya, sementara perubahan iklim sangat berpengaruh terhadap produktivitas,” ujar Titik, Kamis, 20 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, sistem pangan yang dibangun juga harus bersifat inklusif dengan memastikan akses terhadap pangan sehat menjadi hak seluruh masyarakat. Selain itu, keberhasilan Kota Cerdas Pangan dapat dilihat dari keberlanjutan produksi, akses pangan, tata kelola pangan, hingga pengelolaan sisa makanan atau food waste.
Titik mengatakan, Surakarta saat ini belum berada pada kondisi ideal sebagai kota cerdas pangan, tetapi telah berada dalam proses menuju ke arah tersebut. Salah satu modal penting yang dimiliki Kota Surakarta adalah peta jalan Kota Cerdas Pangan yang disusun bersama berbagai pihak dan melibatkan unsur pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat sipil, media, serta dunia usaha.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surakarta, Wahyu Kristina mengatakan, aspek utama ketahanan pangan adalah memastikan masyarakat dapat memperoleh pangan dengan mudah dan harga yang terjangkau. Pemerintah juga memiliki tanggung jawab memastikan ketersediaan pangan berlangsung secara berkelanjutan.
“Bagaimana pangan itu bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat. Pimpinan kita, Wali Kota, menginstruksikan jangan sampai ada masyarakat yang tidak bisa makan atau lapar,” kata Wahyu.
| Baca juga: Dari Swasembada Menuju Kedaulatan Pangan |
Menurut Wahyu, konsep Kota Cerdas Pangan tidak hanya berbicara mengenai pangan yang dikonsumsi masyarakat, tetapi mencakup seluruh rantai pangan dari produksi, pengolahan hingga pengelolaan sisa atau limbah pangan. Konsep tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Surakarta karena keterbatasan lahan pertanian di wilayah perkotaan.
Wahyu mengatakan, kemandirian pangan di Surakarta kemudian diarahkan dalam skala rumah tangga dengan memanfaatkan ruang dan barang yang tersedia. Masyarakat didorong memanfaatkan barang bekas seperti galon dan plastik untuk budidaya ikan maupun tanaman hortikultura seperti cabai, terong, dan tomat.
“Tidak mungkin lagi mau bertani, lahannya tidak ada. Yang diupayakan adalah bagaimana mandiri pangan skala perumahan atau skala keluarga,” ujarnya. (Ryan Assyidiqi)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....