Panen Bawang Putih di Tawangmangu Tembus 12,5 Ton, Dukung Swasembada Pangan

  • 19 Agt 2026 22:35 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Upaya penguatan ketahanan pangan nasional dari sektor hortikultura lokal terus menunjukkan hasil positif di kawasan lereng Gunung Lawu. Kelompok Tani Taruna Tani Maju di Lingkungan Pancot, Kelurahan Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, berhasil membukukan hasil panen mencapai 1,25 ton bawang putih varietas unggulan Tawangmangu Baru pada Rabu 19 Agustus 2026.

Keberhasilan panen di atas lahan seluas 750 hingga 1.200 meter persegi ini menjadi bagian dari Gerakan Penanaman dan Panen Bawang Serentak Nasional yang digelar di 17 provinsi. Panen raya skala lokal yang dikembangkan dari 150 kilogram bibit sejak April lalu tersebut ditinjau langsung oleh Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol Latif Usman bersama jajaran terkait.

Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol Latif Usman mengapresiasi keunggulan varietas lokal tersebut yang dinilai menjadi tumpuan utama pasokan bawang putih di tingkat regional maupun nasional.

“Dari Tawangmangu ini merupakan varietas baru dari Tawangmangu, yang merupakan kebanggaan kita. Dari Jawa Tengah ini 63 persen penyokong utama kebutuhan nasional,” kata Wakapolda.

Lebih lanjut, Latif menegaskan komitmen jajaran kepolisian untuk mendampingi para petani serta menjembatani pemenuhan sarana dan prasarana pertanian ke pemerintah daerah.

“Polri dalam hal ini mendukung program pemerintah, dalam hal ini mengajak kelompok tani untuk semakin meningkatkan produktivitas bawang putih. Tentunya Polri selalu berkoordinasi dengan instansi terkait masalah kebutuhan para petani, termasuk alsintan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendampingan dari Polri akan terus berjalan guna memastikan seluruh kendala yang dihadapi para petani di lapangan dapat terserap dan dicarikan solusi terbaik secara bersama-sama.

“Kami akan menyerap apa yang dibutuhkan dan diinginkan para petani,” ucap Brigjen Pol Latif.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Taruna Tani Maju Kalisoro, Bejo Supriyanto, membeberkan varietas unggulan dari Karanganyar ini sanggup menghasilkan tonase melimpah serta ukuran umbi yang lebih besar.

"Dari provitas paling tinggi, kalau daerah lain paling 10 ton cabut basah per hektar, kalau Tawangmangu bisa 15 ton per hektar cabut basah. Keunggulannya umbinya besar-besar dan dari segi aroma tidak kalah dengan luar negeri," katanya.

Ia menambahkan, cuaca kemarau saat ini justru menjadi momentum ideal bagi para petani di Tawangmangu untuk memaksimalkan kualitas hasil panen bawang putih secara mandiri.

"Harapan kami nanam bawang putih Mei sampai September itu nanti kemaraunya bagus, tidak ada curah hujan dan angin besar. Semakin panas dan panjang kemarau justru semakin bagus untuk bawang putih," ujar Bejo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....