Mengkhawatirkan, Bangunan SDN 3 Jekani Sragen Rusak Berat akibat Tanah Gerak

  • 12 Agt 2026 17:01 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN — Kerusakan infrastruktur pendidikan akibat fenomena tanah gerak melanda SDN 3 Jekani, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen. Pergerakan tanah yang berlangsung dalam beberapa tahun terakhir menyebabkan struktur bangunan sekolah tersebut rusak berat, lantai miring dan retak, hingga mengancam keselamatan kegiatan belajar mengajar (KBM).

Berdasarkan data sekolah, sedikitnya empat ruangan terdampak langsung oleh pergerakan tanah ini. Bangunan yang didirikan sejak 2011 tersebut mencakup tiga ruang kelas yang selama ini digunakan oleh siswa kelas III, IV, dan V, serta satu ruangan yang difungsikan sebagai gudang. Tak hanya itu, keterbatasan ruang yang aman membuat siswa kelas I harus mengalah dan menempati gedung perpustakaan.

Ketua Komite SDN 3 Jekani, Dwi Pramono, mengungkapkan bahwa kondisi fisik bangunan saat ini sangat membahayakan. Pergeseran kontur tanah membuat keretakan menjalar dari area lantai hingga dinding bangunan.

"Akibat tanah retak, lantai kelas menjadi miring dan dinding retak-retak. Bangunan ini memang sangat mengkhawatirkan. Padahal tiga ruang di antaranya aktif digunakan untuk kelas III, IV, dan V. Jika nanti direnovasi, idealnya keempat ruang tersebut dibangun bersamaan karena berada dalam satu struktur gedung," ujar Dwi, Selasa 11 Agustus 2026.

Masalah di SDN 3 Jekani tidak berhenti pada fenomena tanah gerak semata. Kepala SDN 3 Jekani, Sri Purwanti, menambahkan bahwa sebagian struktur atap dan plafon bangunan juga mengalami pelapukan parah akibat dimakan rayap.

Dari total 76 siswa yang terdaftar di sekolah tersebut, sebagian harus belajar di bawah bayang-bayang ancaman bangunan roboh. Padahal, pada tahun lalu tiga ruang kelas lain sempat mendapatkan bantuan rehabilitasi usai atapnya runtuh, yang kini difungsikan untuk kelas II dan VI.

"Kami sangat berharap bangunan sekolah ini bisa segera direnovasi total demi keamanan anak-anak. Laporan terkait kondisi ini sudah kami sampaikan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen," jelas Sri, yang menjabat sebagai kepala sekolah sejak 2023 tersebut.

Menanggapi laporan tersebut, Bupati Sragen Sigit Pamungkas turun langsung meninjau kondisi SDN 3 Jekani usai melakukan peninjauan di SDN 1 Kalikobok. Bupati membenarkan bahwa kondisi empat ruangan di SDN 3 Jekani sudah masuk kategori rusak berat dan riskan jika terus dipaksakan untuk kegiatan pembelajaran.

Sigit menegaskan bahwa pembenahan SDN 3 Jekani akan masuk ke dalam daftar prioritas utama perbaikan infrastruktur pendidikan Pemkab Sragen pada tahun 2026.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya penanganan menyeluruh Pemkab Sragen terhadap ribuan fasilitas pendidikan yang bermasalah. Tercatat, sebanyak 1.175 ruang kelas jenjang SD dan SMP di Kabupaten Sragen mengalami kerusakan dengan tingkatan ringan, sedang, hingga berat. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkab Sragen telah menyiapkan alokasi anggaran secara bertahap sekitar Rp27 miliar untuk melakukan rehabilitasi gedung-gedung sekolah yang terdampak. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....