Pikap KDMP Masuk Mal, Pemkot Pastikan Bukan Milik Solo

  • 03 Agt 2026 19:53 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Pemerintah Kota Surakarta memastikan mobil pikap beratribut Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang menjadi sorotan setelah terlihat di Solo Paragon Mal bukan milik Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Solo. Pemkot menyebut koperasi Merah Putih di Surakarta hingga kini belum menerima kendaraan operasional jenis pikap.

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi mengatakan kendaraan tersebut juga bukan milik KKMP Sangkrah yang sempat dikaitkan dengan keberadaan pikap di pusat perbelanjaan tersebut. Ia menegaskan koperasi di Kota Solo belum memiliki kendaraan seperti yang menjadi sorotan.

"Sangkrah tidak, belum memiliki mobil. Tapi dipastikan bukan punya Solo," katanya, Senin 3 Agustus 2026.

Respati mengaku belum mengetahui asal maupun pemilik kendaraan yang terlihat di Solo Paragon tersebut. Namun, ia kembali memastikan kendaraan itu tidak berkaitan dengan KKMP di Kota Surakarta.

"Intinya kami KKMP tidak memiliki itu, ya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kota Surakarta, Agung Riyadi menjelaskan kendaraan yang telah dialokasikan untuk koperasi Merah Putih di Solo terdiri atas kendaraan roda tiga, sepeda motor, dan truk. Kota Solo belum menerima kendaraan jenis pikap.

"Untuk jenis mobil yang diberikan kepada Kota Solo baru roda tiga, dua motor, satu truk, dan pickup belum diberikan. Jadi dipastikan bukan milik Kota Surakarta," kata Agung.

Terkait penggunaan kendaraan operasional koperasi untuk kepentingan pribadi, Agung mengatakan Pemkot Surakarta belum menerima regulasi resmi yang mengatur secara terperinci pemanfaatannya. Meski demikian, menurutnya, kendaraan tersebut secara fungsi semestinya digunakan untuk menunjang kegiatan koperasi.

"Secara logika itu kan pasti untuk kepentingan operasional di KMP," ujarnya.

Agung menambahkan kendaraan yang telah diterima koperasi Merah Putih di Kota Surakarta juga belum digunakan untuk kegiatan operasional. Kunci kendaraan masih berada di pihak terkait dan kendaraan baru dipanaskan secara berkala.

"Belum beroperasi. Kuncinya semuanya masih di TNI, kalau pagi hanya dipanasi," ucapnya. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....