Menjaga Stabilitas Harga, Polres Boyolali dan Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah

  • 02 Agt 2026 07:41 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Boyolali - Polres Boyolali bersama Perum Bulog Cabang Surakarta dan Pemerintah Kabupaten Boyolali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat.

Program GPM berlangsung di halaman Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Boyolali, pada Kamis 30 Juli 2026, yang disambut antusias warga untuk membeli beras dan minyak goreng dengan harga di bawah pasaran.

Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi lintas instansi dalam mendukung program pemerintah menjaga stabilitas harga pangan sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.

"Gerakan Pangan Murah ini merupakan kolaborasi Bulog Surakarta, Pemerintah Kabupaten Boyolali, dan Polres Boyolali. Kami ingin memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau. Kondisi ekonomi yang dinamis berdampak pada kenaikan harga bahan pangan sehingga perlu ada langkah nyata untuk membantu masyarakat," kata AKBP Indra Maulana Saputra.

Ditambahkan AKBP Indra Maulana Saputra, ke depan dirinya bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Boyolali juga akan terus memantau harga bahan pokok, untuk kemudian kembali mengadakan Gerakan Pangan Murah sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat.

"Kami akan terus memantau kondisi harga. Ketika masyarakat membutuhkan dan harga bahan pokok mengalami kenaikan, kegiatan seperti ini akan kembali kami laksanakan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat," katanya menambahkan.

Gerakan Pangan Murah ini menyediakan 10 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kemasan lima kilogram yang dijual Rp57.000 per kemasan. Selain itu, tersedia sekitar tiga ton minyak goreng kemasan satu liter dengan harga Rp15.500 per liter.

Sementara itu, Kartini, salah seorang warga Boyolali yang mengikuti Gerakan Pangan Murah, mengaku terbantu dengan selisih harga yang ditawarkan. Menurutnya program tersebut mampu meringankan pengeluaran rumah tangga, terutama ketika harga kebutuhan pokok cenderung meningkat.

"Saya membeli minyak goreng satu liter seharga Rp15.500 dan beras SPHP lima kilogram Rp57.000. Harganya lebih murah dibandingkan di pasaran, jadi sangat membantu," ucap Kartini.

Melalui kolaborasi dengan Bulog dan Pemerintah Kabupaten Boyolali, Polres Boyolali berharap Gerakan Pangan Murah dapat menjadi salah satu instrumen menjaga stabilitas harga, memperkuat daya beli masyarakat, serta mendukung upaya pengendalian inflasi di daerah. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....