Tekan Pengangguran, Pemkot Surakarta Buka Pelatihan Kerja dan Kewirausahaan
- 30 Jul 2026 15:23 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) resmi membuka rangkaian pelatihan kerja dan kewirausahaan melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) pada Senin, 27 Juli 2026 di Megaland Hotel.
Kegiatan yang diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan ini, dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani. Adapun jenis pelatihan praktis yang digelar meliputi pastry, barista, masakan nusantara, barbershop, membatik tulis dan Make Up Artist (MUA).
Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menyatakan bahwa seluruh peserta pelatihan nantinya akan mendapatkan sertifikat resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) guna meningkatkan nilai kompetensi di dunia kerja maupun usaha.
"Ini tidak hanya bermanfaat untuk menambah peluang kerja atau kewirausahaan, tetapi juga menambah kompetensi karena seluruh peserta nantinya mendapatkan sertifikat resmi dari BNSP. Pelatihan ini mencakup kompetensi praktis yang sangat dibutuhkan sesuai kebutuhan pasar saat ini," kata Astrid Widayani
Ditambahkan Astrid Widayani, dirinya berharap dengan adanya pelatihan yang diikuti ratusan peserta ini bisa menurunkan angka pengangguran yang ada di Kota Surakarta. Apalagi jika dilihat peserta yang hadir dalam pelatihan selalu bertambah.
"Kami punya prinsip, setiap usaha baru akan menggerakkan peluang kerja di lingkungannya, sehingga diharapkan berdampak langsung pada penurunan angka pengangguran di Kota Surakarta," katanya menambahkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Surakarta, Pramutedy Sukoco, memaparkan bahwa untuk empat sub-pelatihan utama (pastry, barista, masakan nusantara, dan barbershop) saja sudah diikuti sebanyak 160 peserta.
Dengan rincian meliputi 60 peserta masakan nusantara, 60 peserta pastry, 20 peserta barista, dan 20 peserta barbershop. Sebagian besar peserta berasal dari Kecamatan Banjarsari (62 orang), disusul Jebres, Laweyan, Pasar Kliwon, dan Serengan.
Pramutedy Sukoco menambahkan, pelatihan ini difokuskan untuk mendekatkan pelayanan dan memberikan kesempatan wirausaha bagi masyarakat umum, termasuk warga berusia di atas 35 tahun.
"Harapannya setelah ini peserta bisa berkembang menjadi wirausahawan. Ada gerakan 'Tonggoku Karyawanku', jadi kalau mereka sudah berwirausaha bisa merekrut tetangga sekitar," ucap Pramutedy Sukoco.
Lebih lanjut, dikatakan Pramutedy Sukoco Dinas Tenaga Kerja Kota Surakarta juga mentargetkan dengan pelatihan yang terus diadakan, ke depan bisa menurunkan angka pengangguran dari sebelumnya 4,5 persen menjadi 4,2 persen.
"Dengan berbagai intervensi pelatihan ini, kami menargetkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Surakarta yang saat ini berada di angka 4,5 persen dapat turun menjadi 4,2 persen sesuai target RPJMD," ucapnya menambahkan. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....