Jamin Akses Kerja Penyandang Disabilitas, Disnaker Solo Gelar Sosialisasi ULD

  • 09 Jul 2026 08:53 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Pemerintah Kota Solo kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan dunia kerja yang inklusif bagi penyandang disabilitas. Hal itu ditunjukkan dengan mengadakan sosialisasi Unit Layanan Disabilitas atau ULD bidang ketenagakerjaan di Megaland Hotel pada Rabu, 8 Juli 2026.

Acara sosialisasi ini dihadiri perwakilan perusahaan-perusahaan, komunitas difabel hingga Wakil Wali Kota Astrid Widayani diadakan Dinas Tenaga Kerja dalam mewujudkan pendampingan bagi pencari kerja maupun perusahaan hingga penyediaan regulasi yang mendukung kesempatan kerja yang setara.

Ditemui setelah menghadiri dan memberikan paparan, Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani mengatakan bahwa sosialisasi ini untuk memberikan dukungan kepada penyandang disabilitas untuk berkonsultasi, mencari pelatihan, pendampingan kerja hingga perlindungan kerja.

"Kami mengapresiasi kepada Disnaker dan khususnya untuk para peserta dari perusahaan-perusahaan yang hari ini hadir untuk bisa mendukung ULD sebagai aksesibilitas para penyandang disabilitas di Kota Solo dan dalam mencari pekerjaan yang sesuai," kata Astrid Widayani.

Setelah bertemu dengan perusahaan yang hadir dalam sosialisasi ULD juga, Astrid Widayani melihat ada 50 perusahaan yang sudah memberikan kesempatan bekerja bagi para penyandang disabilitas di Solo.

Astrid Widayani sangat berharap dengan adanya sosialisasi Unit Layanan Disabilitas atau ULD bidang ketenagakerjaan yang dihadiri perwakilan perusahaan serta komunitas disabilitas ini, tidak hanya memberikan kuota pekerjaan bagi para disabilitas saja, tetapi juga mampu memberikan keterampilan dan kompetensi.

"Harapannya sekarang tidak hanya akses dan kuota pekerjaan saja, tetapi juga bisa meningkatkan kompetensi, keterampilan yang sesuai dengan kualifikasi. Sehingga adanya job matching di dunia kerja ini tidak hanya untuk masyarakat secara umum, tetapi juga inklusif termasuk untuk rekan-rekan disabilitas," katanya menambahkan.

Dari data yang dimiliki Dinas Tenaga Kerja, jumlah perusahaan yang mempekerjakan penyandang disabilitas meningkat dari delapan perusahaan pada 2024, menjadi 18 perusahaan pada 2025. Meski menunjukkan tren positif, Astrid menyebut masih terdapat tantangan yang perlu diatasi bersama.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kota Solo, Windy Satriawan menjelaskan bahwa sosialisasi unit layanan disabilitas atau ULD yang diadakan, berfokus pada memberikan pemahaman terhadap kondisi para difabel yang nantinya akan mengisi lowongan kerja perusahaan-perusahaan.

"Kita mensinkronkan sama mengharmonisasikan, kalau untuk penguatan di regulasi Perda ini kan kita sudah mendukung terkait dengan inklusi ini. Kemudian dari instrumen kelengkapannya ini ULD kita sudah bentuk, tinggal kita matchingkan nanti dengan perusahaan-perusahaan supaya nanti dari perusahaan ini sudah mulai mengerti juga nanti," ucap Windy Satriawan.

Perusahaan yang hadir diharapkan bisa mengerti ragam difabel, terkait ragam pekerjaan masing-masing difabel hingga para perusahaan paham dan mulai untuk mempersiapkan calon tenaga kerja untuk disabilitas.

Dinas Tenaga Kerja Kota Solo juga mencatat tren positif saat pembukaan job fair di Balai Kota pada bulan lalu. Dari sekitar 40 perusahaan lebih yang membuka stand, ada delapan perusahaan yang menyediakan lowongan bagi para penyandang disabilitas. Hal itu tentu sangat baik karena mampu meningkatkan serapan tenaga kerja disabilitas di Kota Bengawan. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....