Pengangguran Solo Turun, Respati Sebut Rumah Siap Kerja Kian Efektif
- 26 Jun 2026 19:07 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Surakarta menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menilai capaian tersebut menjadi indikator bahwa program Rumah Siap Kerja Bersama (RSKB) mulai memberikan dampak nyata dalam memperluas akses masyarakat terhadap lapangan pekerjaan.
Respati mengatakan TPT Kota Surakarta turun dari 4,61 persen pada 2024 menjadi 4,50 persen pada 2025. Ia berharap tren positif tersebut dapat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya melalui penguatan pelatihan kerja, penyediaan informasi lowongan, serta kolaborasi dengan dunia usaha.
"Kita bersyukur angka pengangguran terbuka di Solo trennya terus menurun sampai tahun 2025. Semoga pada 2026 juga terus turun. Pokoknya, ora kerja ora mulya," kata Respati, Rabu, 24 Juni 2026.
Menurutnya, Rumah Siap Kerja tidak hanya menjadi penghubung antara pencari kerja dan perusahaan, tetapi juga membekali masyarakat dengan keterampilan agar siap memasuki dunia kerja dan memperoleh pekerjaan yang layak.
"Kami serius memberikan pelatihan agar warga Kota Solo mendapatkan pekerjaan yang layak," ujarnya.
Salah satu implementasi program tersebut diwujudkan melalui Solo Career Expo 2026 yang digelar di Balai Kota Surakarta pada 24–25 Juni 2026. Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan itu menghadirkan 6.401 lowongan kerja dari puluhan perusahaan dan dikunjungi 3.456 pencari kerja.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.393 orang mengajukan lamaran kerja, termasuk 63 pencari kerja penyandang disabilitas. Lima perusahaan penyedia lowongan terbanyak berasal dari PT Liebre Permana, PT Matahari Tire Indonesia, PT Central Proteina Prima, PT Attin Sigaret Kretek, dan PT Indomarco Prismatama.
Respati menambahkan, Pemerintah Kota Surakarta akan terus memperkuat program Rumah Siap Kerja melalui kolaborasi dengan perusahaan, sekolah, perguruan tinggi, dan lembaga pendidikan vokasi agar kompetensi lulusan semakin sesuai dengan kebutuhan dunia industri.
"Harus ada link and match agar pendidikan dan pelatihan selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Dan Rumah Siap Kerja menjadi salah satu solusi ketika terjadi ketidaksesuaian," ujarnya. (Ryan Assyidiqi)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....