Koperasi Merah Putih di Solo Bukukan Omzet Rp1,5 Miliar Selama Semester I-2026

  • 29 Jul 2026 14:17 WIB
  •  Surakarta

RI.co.id, Surakarta — Sebanyak 54 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Solo menunjukkan tren positif dengan membukukan omzet hampir Rp1,5 miliar hingga akhir semester pertama 2026. Sebagian besar unit usaha yang dikembangkan merupakan gerai penyedia kebutuhan pokok atau sembako.

Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perindustrian (Dinkopukmperin) Kota Solo, Siti Handayani, mengungkapkan seluruh KKMP di wilayahnya kini telah aktif beroperasi dengan tingkat transaksi yang bervariasi.

"Dari total 54 koperasi yang sudah berjalan, kami klasifikasikan menjadi tiga. Sebanyak 34 koperasi rutin melakukan transaksi harian per Mei 2026, 13 koperasi bertransaksi mingguan, dan tujuh koperasi baru sekali transaksi," ujar Siti Handayani Selasa 28 Juli 2026.

Siti menjelaskan, kelancaran operasional gerai sembako ini didukung penuh oleh pasokan barang dari Perum Bulog dan ID Food selaku BUMN mitra program. Berdasarkan catatan, KKMP Banjarsari memimpin perolehan omzet dengan angka sekitar Rp300 juta pada periode Januari–Juni 2026. Disusul KKMP Kestalan dan KKMP Sumber yang masing-masing meraup omzet di atas Rp100 juta dalam kurun waktu yang sama.

"Alhamdulillah, koperasi ini mulai mendapat kepercayaan anggota yang ditandai dengan peningkatan jumlah keanggotaan. Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) yang telah dibuktikan lewat rapat anggota kemarin menjadi pemicu utama tumbuhnya kepercayaan masyarakat untuk berbelanja di KKMP," tambahnya.

Selain itu, lanjut Siti, KKMP konsisten menjual komoditas sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) atau di bawah harga pasaran, seperti elpiji 3 kg seharga Rp18.000 dan Minyakita senilai Rp15.700 per liter, yang dinilai efektif menarik minat warga.

Kendati demikian, tantangan di lapangan turut dirasakan oleh pengelola. Ketua KKMP Banjarsari, Budi Agung Setyowicoyo, mengaku pihaknya masih terkendala keterbatasan pasokan barang bersubsidi dari distributor.

Akibat keterbatasan pasokan elpiji tersebut, gerai KKMP Banjarsari terpaksa membatasi jam operasional layanan fisik hanya selama dua jam setiap harinya, yakni pukul 09.00–11.00 WIB, demi menghindari kekecewaan konsumen akibat kekosongan stok.

"Kami butuh dukungan berkelanjutan dari pemerintah maupun BUMN, khususnya sektor pangan, agar pasokan Koperasi Merah Putih bisa terpenuhi secara konsisten," kata Budi Agung.

Tercatat, jatah pasokan elpiji 3 kg untuk KKMP Banjarsari saat ini berada di angka 50 tabung per pekan dan biasanya ludes dalam waktu dua hari. Meski gerai fisik ditutup lebih cepat, pihak pengelola tetap melayani pembelian komoditas non-subsidi lainnya melalui pemesanan aplikasi digital. (SF)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....