Dari 115 KDMP di Sragen Rampung, Sejumlah Desa Mulai Rintis Usaha

  • 04 Jun 2026 13:25 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Sragen – Program pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Sragen terus menunjukkan progres signifikan. Sebanyak 115 KDMP di Bumi Sukowati dipastikan telah merampungkan seluruh proses kelembagaan, termasuk legalitas badan hukum, dan kini mulai melangkah ke tahap operasional.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) Kabupaten Sragen, Cosmas Edwi Yunanto, menjelaskan bahwa program strategis ini berjalan dalam beberapa tahapan. Tahap pertama yang berfokus pada penguatan kelembagaan dan pemenuhan badan hukum kini sudah terealisasi 100 persen.

"Tahap pertama dulu sudah 100 persen untuk kelembagaan dan badan hukumnya. Saat ini sedang berjalan tahap kedua, yaitu pembangunan gerai fisik, yang dilaksanakan oleh PT Agrinas bekerja sama dengan Kodim. Di Sragen sendiri, pembangunan fisik gerai ini sudah mencapai kisaran 50 persen lebih," ujar Cosmas saat dikonfirmasi, Kamis 4 Juni 2026.

Cosmas menambahkan, setelah pembangunan gerai rampung, program akan berlanjut ke tahap ketiga yang berfokus pada operasional secara menyeluruh dari kementerian terkait. Kendati belum masuk ke fase operasional resmi secara massal, sejumlah KDMP di Sragen rupanya telah bergerak aktif memutar roda ekonomi di desa masing-masing sejak mengantongi badan hukum.

Beberapa desa bahkan tercatat sukses merintis unit usaha mandiri secara swadaya. Cosmas mencontohkan KDMP di Desa Kaliwedi (Kecamatan Gondang) yang kini sudah melayani penjualan pupuk, penyediaan LPG, hingga menjalankan unit simpan pinjam. Langkah serupa juga terlihat di Desa Bedoro (Kecamatan Sambungmacan) dan Desa Puro (Kecamatan Karangmalang).

"KDMP yang mulai beroperasi ini latar belakangnya berbeda-beda. Ada yang benar-benar baru dibentuk dari nol seperti di Kaliwedi, tetapi ada juga yang mengoptimalkan lembaga existing yang sudah ada sebelumnya. Contohnya di Desa Bedoro, itu awalnya dari Gapoktan yang kami lebur menjadi KDMP. Sementara di Desa Puro, awalnya merupakan koperasi simpan pinjam desa yang kemudian beralih wujud menjadi Koperasi Desa Merah Putih," katanya.

Disinggung mengenai kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dan manajemen, Cosmas menyebutkan bahwa rekrutmen pengelola secara formal merupakan domain dari Kementerian Koperasi. Namun, selaku instansi pembina di tingkat daerah, Diskumindag Sragen terus mendorong jajaran pengurus lokal mulai dari ketua, sekretaris, hingga bendahara untuk mengoptimalkan bekal Bimbingan Teknis (Bintek) yang telah diberikan tahun lalu.

Indikator keaktifan dan sehatnya organisasi KDMP di Sragen juga terlihat dari kepatuhan mereka dalam menggelar forum tertinggi koperasi. Hingga saat ini, tercatat sudah ada lebih dari 100 KDMP di Kabupaten Sragen yang sukses menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT).

"Kami dari dinas terus mendorong dan mem-push para pengurus serta anggota untuk mulai menyicil operasionalnya. Yang penting bergerak dulu, memanfaatkan potensi yang ada di desa, sembari kita menunggu kesiapan operasional penuh dari pusat," ucap Cosmas. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....