Gurat Bahagia di Balik Tumpukan Pasir, Mimpi Sunarni yang Diwujudkan TNI

  • 11 Mei 2026 14:43 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN – Di bawah terik matahari Desa Puro yang menyengat, Sunarni (50) berdiri mematung di depan bangunan yang selama puluhan tahun ia sebut sebagai rumah. Namun, kali ini ada yang berbeda. Suara riuh rendah tawa para prajurit TNI dan dentingan cangkul yang beradu dengan semen bukan lagi sekadar latar belakang kebisingan, melainkan simfoni harapan baru baginya.

Sunarni adalah potret ketangguhan perempuan di pinggiran Kabupaten Sragen. Sebagai seorang janda di Dukuh Katukan, kesehariannya dihabiskan dengan bergelut di dinginnya air sungai demi mencari butiran pasir. Pekerjaan kasar itu ia lakoni demi menyambung hidup, meski hasilnya seringkali hanya cukup untuk makan sehari-hari jauh dari kata cukup untuk memperbaiki atap rumahnya yang kian hari kian rapuh.

Melalui program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen, rumah Sunarni terpilih menjadi salah satu sasaran bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

"Dulu rumah saya banyak yang rusak dan bocor. Setiap hujan turun, saya hanya bisa pasrah. Saya tidak pernah menyangka rumah ini bisa diperbaiki seperti sekarang," ucap Sunarni dengan suara bergetar dan mata yang berkaca-kaca, Minggu 10 Mei 2026.

Didampingi Serka Sutardi, Sunarni sesekali mengusap air mata bahagianya. Baginya, dinding-dinding kokoh yang kini mulai berdiri bukan sekadar susunan batu bata, melainkan bukti nyata bahwa dirinya tidak sendirian.

Bagi Satgas TMMD, misi ini bukan sekadar mengejar target konstruksi atau menyelesaikan laporan administratif. Ada misi kemanusiaan yang lebih dalam: menghadirkan senyum di wajah rakyat.

Serka Sutardi, yang terlibat langsung dalam proses renovasi, mengaku tersentuh melihat semangat Ibu Sunarni. Menurutnya, melihat ekspresi haru dari warga adalah "suplemen" alami bagi para prajurit yang bertugas di lapangan.

Tujuan utamanya, menghadirkan harapan baru bagi masyarakat kurang mampu dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kerja nyata. Lantas dampak sosialnya meningkatkan taraf kesehatan dan kenyamanan hunian warga desa.

“Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan manfaat hadirnya TMMD. Melihat Ibu Sunarni tersenyum bahagia seperti ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mengabdi tanpa lelah,” ujar Serka Sutardi pada Minggu.

Pemandangan menarik terlihat di lokasi rehab RTLH ini. Bukan hanya personel TNI yang sibuk bekerja, warga sekitar Dukuh Katukan pun bahu-membahu memberikan bantuan. Ada yang mengangkut material, ada pula ibu-ibu yang sekadar menyuguhkan teh hangat dan gorengan sebagai pelepas dahaga.

Semangat gotong royong ini membuktikan bahwa TMMD telah berhasil menghidupkan kembali roh kebersamaan di pedesaan. Program ini membuktikan bahwa pembangunan sejati adalah pembangunan yang dilakukan bersama-sama, dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Kini, Sunarni tak lagi perlu cemas saat awan mendung menggelayut di langit Desa Puro. Di bawah atap barunya nanti, ia bisa beristirahat dengan tenang setelah seharian berpeluh di sungai, membawa pulang sejuta rasa syukur atas bantuan yang telah mengubah jalan hidupnya. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....