Rehab RTLH Jateng Sentuh Warga Sragen, 303 Unit Diperbaiki Tahun Ini

  • 04 Mar 2026 22:18 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN - Upaya Pemerintah Kabupaten Sragen untuk memperbaiki Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) mendapatkan support dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Tahun ini diproyeksikan Sragen mendapatkan alokasi 303 rehab RTLH dari Provinsi.

Alokasi itu disampaikan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di sela menyerahkan bantuan rehab RTLH di rumah Pak Sukri di Dusun Plumbon, Desa Gondang, Kabupaten Sragen, Rabu 4 Maret 2026. "Untuk 2026, ditargetkan perbaikan 10.000 unit rumah tidak layak huni, dengan alokasi 303 penerima di Sragen," ujar Ahmad Luthfi.

Berdasarkan data Dinas Sosial Kabupaten Sragen, terdapat 26.943 unit RTLH pada awal tahun 2025. Hingga memasuki tahun 2026, rumah yang berhasil ditangani baru mencapai 1.936 unit. Artinya, Sragen masih memikul "pekerjaan rumah" (PR) raksasa sebanyak 25.007 unit RTLH.

"Pada 2025, Pemprov Jawa Tengah menargetkan peningkatan kualitas RTLH bagi 17.000 penerima di berbagai kabupaten/kota. Di Kabupaten Sragen, realisasi mencapai 350 penerima," kata Gubernur.

Program RTLH lanjut Gubernur, sekaligus menekan angka backlog perumahan di Jawa Tengah yang pada awal 2025 tercatat sebanyak 1.332.968 unit. Hingga akhir tahun, realisasi penanganan mencapai 274.514 unit sehingga sisa backlog menjadi 1.058.454 unit.

“RTLH ini juga sekaligus memenuhi kebutuhan backlog kita yang hampir satu juta itu,” ujar Ahmad Luthfi.

Sebagai bagian dukungan terhadap program strategis nasional pembangunan 3 juta rumah, pada 2025 Pemprov Jawa Tengah menganggarkan pembangunan 17.510 unit rumah senilai Rp 360,86 miliar dengan realisasi Rp 360,76 miliar atau 99,97 persen.

Capaian tersebut menempatkan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan jumlah unit rumah terbanyak yang berhasil dibangun pada tahun itu.

Dijelaskan Luthfi, program RTLH menjadi bagian dari strategi pengurangan kemiskinan dan peningkatan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah di Jawa Tengah.

Pak Sukri Warga Kecamatan Gondang Kabupaten Sragen secara simbolis menerima bantuan rehab RTLH dari Gubernur Jateng Ahmad Luthfi.

Sementara itu dalam tinjauan di RTLH milik Pak Sukri Gubernur sampai merasa trenyuh (sedih). Rumah berdinding bambu berlapis terpal yang ditempati buruh serabutan itu, benar-benar tidak layak.

Lantainya masih tanah, sebagian ditutup sisa baliho dan terpal. Dinding bambu mulai lapuk, atapnya bocor di beberapa bagian. Rumah itu adalah peninggalan orang tua Sukri yang dibangun sekitar 1965.

Rumah tersebut akan segera diperbaiki melalui program RTLH Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. “Ini nanti dibangun semuanya, Pak. Dinding, lantai, atapnya diganti. Panjenengan bisa tidur di kasur yang lebih empuk. Wis ora usah mikir sedih-sedih,” ujar Ahmad Luthfi.

Sukri kian tak kuasa menahan air mata. Ia mengaku tak pernah membayangkan rumahnya akan mendapat perhatian langsung dari orang nomor satu di Jawa Tengah. Apalagi mendengar apa yang baru saja dikatakan Gubernur, rumah bambunya akan diganti baru dengan yang jauh lebih bagus.

“Alhamdulillah senang sekali. Tidak menyangka Pak Gubernur datang dan saya dapat bantuan seperti ini,” katanya terbata.

Berdasarkan pendataan pemerintah daerah, rumah Sukri masuk kategori tidak layak huni. Selain dinding dan rangka atap berbahan bambu, banyak tegel lantai yang pecah. Kamar mandi pun dalam kondisi tidak memenuhi standar kesehatan.

“Kita bantu tidak hanya rumahnya. Kalau ada anak yang putus sekolah, kita sekolahkan. Kalau butuh pekerjaan atau bantuan sosial, kita dorong,” ujar Gubernur. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....