Satgas TMMD Kodim Sragen Edukasi Peternak Waspadai PMK di Musim Pancaroba
- 07 Mei 2026 12:58 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Sragen - Komitmen TNI dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga lewat edukasi yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Hal ini dibuktikan melalui kegiatan penyuluhan peternakan mengenai Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dalam rangkaian program non-fisik TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen.
Bertempat di lokasi TMMD Desa Guworejo, puluhan warga dan peternak antusias mengikuti penyuluhan yang menghadirkan narasumber dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Karangmalang, Budi. Dalam paparannya, Budi memberikan pemahaman mendalam mengenai bahaya PMK serta langkah preventif agar wabah tersebut tidak merugikan peternak secara ekonomi.
| Baca juga: Dapatkan Hewan Kurban Sesuai Syariat |
Budi menjelaskan bahwa PMK merupakan penyakit menular yang menyerang hewan berkuku belah seperti sapi, kambing, domba, dan babi. Meskipun tidak menular kepada manusia, penyakit ini memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi antarhewan ternak.
"Memasuki masa pancaroba, peternak harus lebih waspada. Perubahan cuaca membuat virus lebih mudah berkembang dan menyebar. Penyakit ini mampu menimbulkan kerugian ekonomi hingga puluhan juta rupiah jika tidak ditangani dengan cepat," ujar Budi pada Kamis 07 Mei 2026.
Ia juga menguraikan gejala klinis PMK yang harus dikenali peternak, di antaranya demam tinggi, keluarnya air liur berlebihan (hipersalivasi), luka pada mulut dan sela kuku, hingga kondisi ternak yang lemas atau sulit berdiri.
Sementara itu, salah satu anggota Satgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen menyampaikan bahwa penyuluhan ini merupakan bagian dari kepedulian TNI terhadap kondisi ekonomi masyarakat desa.
"TMMD bukan hanya membangun jalan dan infrastruktur, tetapi juga membangun kesadaran serta pengetahuan masyarakat agar lebih siap menghadapi berbagai persoalan di lingkungannya, termasuk kesehatan hewan ternak yang menjadi penopang ekonomi keluarga," katanya menjelaskan.
Melalui kegiatan non-fisik ini, Satgas TMMD berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan kandang dan kesehatan ternak. Langkah ini diharapkan mampu menekan penyebaran virus PMK serta menjaga produktivitas peternakan warga di wilayah Sragen.
Kehadiran program TMMD ini mempertegas kemanunggalan TNI dan rakyat dalam mewujudkan desa yang maju, sehat, dan mandiri melalui pengabdian yang nyata di tengah masyarakat. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....