Sriyanto Saputra Pastikan Stok Pangan Aman, Cadangan Beras di Soloraya 79.000 Ton
- 01 Mei 2026 13:29 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN – Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Sriyanto Saputra, melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Sragen untuk memantau langsung ketersediaan stok pangan nasional. Dalam kunjungannya ke Gudang Bulog Duyungan, Sidoharjo, Kamis 30 April 2026, legislator dari daerah pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IV ini memastikan cadangan beras dalam kondisi sangat aman bahkan melampaui kebutuhan minimal.
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, stok pangan untuk wilayah Jawa Tengah saat ini telah mencapai 370.000 ton. Khusus untuk wilayah Surakarta (Soloraya), ketersediaan beras berada di angka 79.000 ton.
"Artinya, stok ini mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga sembilan bulan ke depan. Masyarakat tidak perlu resah atau khawatir, karena ketersediaan pangan kita sangat terjaga," ujar Sriyanto di sela-sela peninjauan gudang.
Sriyanto menjelaskan bahwa pemantauan ini merupakan instruksi langsung dari pimpinan Fraksi Gerindra DPR RI selama masa reses untuk memastikan ketahanan pangan di daerah. Selain mengunjungi Gudang Bulog, ia juga meninjau sentral penggilingan padi modern di Sragen untuk melihat proses produksi hilir.
Dalam kesempatan tersebut, Sriyanto memamerkan dampak positif dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto, terutama terkait penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah di angka Rp6.500. Menurutnya, kebijakan ini menjadi angin segar bagi para petani di daerah.
"Petani sekarang semakin bergairah karena harga terjaga dan tidak lagi dipermainkan oleh tengkulak. Ditambah lagi dengan kebijakan penurunan harga pupuk subsidi sebesar 20%, ini benar-benar membuat petani 'sumringah' (bahagia)," lanjutnya.
Ia juga mengapresiasi kinerja Bulog yang dinilai proaktif dalam menjaga stabilitas stok di daerah. Strategi "jemput bola" yang dilakukan Bulog untuk mengisi kekosongan stok antarwilayah dianggap sebagai sinergi yang tepat untuk mewujudkan swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah.
Saat mengunjungi penggilingan padi modern di Sragen, Sriyanto mengaku terkesan dengan teknologi pengeringan (dryer) yang memiliki kapasitas hingga 120 ton. Fasilitas modern ini dinilai sangat mumpuni untuk menampung dan mengolah hasil panen petani lokal secara cepat dan berkualitas.
"Inilah wujud kehadiran negara. Dengan teknologi yang mumpuni, harga yang kompetitif, dan subsidi pupuk yang berpihak pada rakyat, kita optimis cita-cita memakmurkan petani dan mewujudkan ketahanan pangan nasional bisa segera terwujud," ucap dia.
Kunjungan di Sragen ini merupakan rangkaian agenda reses Sriyanto Saputra di wilayah Sragen, Karanganyar, dan Wonogiri guna menyerap aspirasi sekaligus mengawal program-program strategis pemerintah pusat di daerah. (MI)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....