Wawali Minta Pedagang Jayawijaya Kompak Kelola Sampah
- 07 Apr 2026 19:44 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Pengelolaan sampah di kawasan Taman Jayawijaya menjadi sorotan, menyusul masih ditemukannya penumpukan sampah di area taman. Hal ini disampaikan dalam kegiatan halal bihalal Paguyuban Pedagang Taman Jayawijaya di Rumah Dinas Wakil Wali Kota, Selasa 7 April 2026.
Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, mengimbau para pedagang untuk lebih terstruktur dalam pengelolaan sampah. Hal ini mengingat jumlah pedagang di kawasan tersebut cukup banyak, yakni lebih dari 100 pedagang.
“Jumlah pedagang di Taman Jayawijaya ini cukup banyak, ada 100 lebih pedagang. Harapannya bisa kompak dalam mengembangkan usaha, tapi juga lebih terstruktur dalam pengelolaan sampah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama ini masih terjadi penumpukan sampah di kawasan taman. Kondisi tersebut dipicu aktivitas pedagang dan pengunjung yang masih kurang sadar dalam membuang sampah.
“Masih banyak masyarakat yang makan di taman kemudian dibuang di taman, sehingga terjadi tumpukan sampah. Ini yang harapannya bisa segera diselesaikan dengan diskusi yang baik dan terbuka,” katanya.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Taman Jayawijaya, Kasno, mengatakan pedagang telah berupaya menjaga kebersihan lingkungan.
“Dari pedagang itu slogannya datang bersih, pulang bersih. Artinya saat datang langsung membersihkan tempat jualannya, dan sebelum pulang juga dibersihkan lagi,” ujarnya.
Ia menambahkan, sampah yang dihasilkan pedagang dikumpulkan ke dalam tempat sampah yang telah disediakan. Selanjutnya, pengangkutan sampah dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup.
“Nanti tugas kami memasukkan sampah ke dalam kotak yang sudah disediakan. Untuk pengangkutan ke TPA itu dari Dinas Lingkungan Hidup,” katanya.
Namun demikian, ia mengakui pemilahan sampah masih belum berjalan optimal. Sebagian besar sampah masih tercampur antara sisa makanan dan plastik kemasan.
Kasno berharap adanya kerja sama semua pihak agar pengelolaan sampah di kawasan Taman Jayawijaya dapat lebih tertata. Dengan begitu, kawasan kuliner tersebut tetap nyaman bagi pengunjung dan pedagang. (Reza)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....