Sidak Komisi B Berbuah Tindakan, Pengangkutan Sampah Pasar Jungke Dipercepat

  • 07 Apr 2026 16:19 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Komisi B DPRD Kabupaten Karanganyar melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Jungke guna merespons keluhan pedagang terkait tumpukan sampah yang telah menggunung dan menimbulkan bau tidak sedap. Dalam sidak tersebut, jajaran dewan dikejutkan dengan kondisi tumpukan sampah yang sangat memprihatinkan hingga ditemukan belatung hingga mengganggu kenyamanan dan kesehatan lingkungan pasar.

Ketua Komisi B DPRD Karanganyar, Latri Listyowati, menegaskan, kondisi ini tidak bisa dibiarkan karena sangat membahayakan kesehatan pedagang maupun pengunjung. Ia mendesak Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perdagangan untuk segera melakukan pengangkutan total dalam waktu singkat agar pasar kembali bersih dan layak untuk aktivitas ekonomi.

“Tadi sudah disampaikan keluhan dari paguyuban pedagang, ini belatung sudah sampai di sini dan sangat membahayakan. Saya minta PR utamanya adalah bagaimana membuang sampah ini total dalam waktu cepat agar bersih dulu. Kita tidak mau saling menyalahkan koordinasi, dinas harus gerak cepat menindaklanjuti keluhan ini,” ujar Latri Listyowati kepada wartawan di lokasi sidak, Selasa 7 April 2026.

Selain itu, Latri menegaskan perlunya kerja sama lintas sektoral agar permasalahan sampah di pusat ekonomi masyarakat ini tidak menjadi bom waktu bagi kesehatan.

“Saya nyuwun ini adalah kerja sama, seluruh pedagang terutama Pak Lurah harus bekerja sama untuk pemilahan sampah,” ujar ketua Komisi B.

Disisi lain, perwakilan pedagang Wiyatmo, menyebut penumpukan sampah telah menurunkan omzet penjualan karena pengunjung enggan masuk ke area pasar yang berbau busuk. Pedagang berharap proses pengambilan sampah ke depan dilakukan secara rutin dan menyeluruh tanpa menyisakan sisa yang memicu bau kembali muncul.

“Dampak yang nyata kami rasakan adalah kunjungan pasar menurun, padahal biasanya bulan-bulan paska lebaran adalah puncaknya kami memanen keuntungan. Tapi tahun ini rasanya berbeda karena ada sampah yang berdampak pada penurunan kunjungan dan omset. Harapan saya dinas bisa segera mengambil tindakan agar sampah diangkut bersih,” kata Wiyatmo.

Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Disdagperinaker Karanganyar, Nugroho, mengungkapkan kendala utama penanganan sampah di 18 pasar adalah keterbatasan armada. Dari lima truk yang dimiliki, mayoritas merupakan pengadaan tahun 1997 dan 1998 yang kondisinya sering rusak, ditambah lagi dengan ketiadaan anggaran untuk perbaikan kontainer sampah.

“Kami mengelola 18 pasar dan keluhannya sama yaitu sampah, sedangkan kami tidak punya peluru apa-apa. Truk kami hanya lima, yang paling layak hanya satu buatan tahun 2021, sisanya tahun 97 dan 98. Kontainer kami juga rusak semua dan tidak ada anggaran. Kami sudah berusaha mencari bantuan tapi memang belum maksimal untuk mencakup semua pasar,” ujar Nugroho.

Nugroho menambahkan, pihaknya akan langsung melakukan langkah konkret dengan menerjunkan dua unit kontainer untuk melakukan pengangkutan sampah secara besar-besaran di Pasar Jungke. Upaya ini dilakukan guna membersihkan area pasar dari tumpukan sampah liar dan mengembalikan kenyamanan bagi para pedagang serta pembeli.

"Kita hari ini konsentrasikan 2 armada untuk mengangkut sampah ini, tadi pagi sudah diambil, dan nanti kita ambil lagi. Kita juga akan mengajukan Dispensasi ke DLH, untuk pembayaran sampah, karena ini terkait anggaran terbatas," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....