Pemkab Sragen Fasilitasi Warga Miskin lewat "Bimbel" Magang Jepang Gratis

  • 01 Mar 2026 05:16 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN – Pemerintah Kabupaten Sragen menyiapkan para pemuda Sragen untuk menembus pasar kerja internasional. Program pelatihan magang ke Jepang ini dirancang khusus untuk membekali warga Sragen agar mampu bersaing dan lolos dalam Seleksi Nasional (Seleknas).

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sragen, Rina Wijaya, menjelaskan bahwa program ini merupakan skema Government to Government (G2G) melalui IM Japan. Pemkab Sragen hadir untuk memberikan intervensi berupa pelatihan intensif atau "bimbel" bagi warga, khususnya dari kalangan keluarga kurang mampu, agar siap menghadapi standar seleksi yang sangat ketat.

"Ini adalah Program Unggulan (Progul) Pak Bupati. Kita berikan kursus gratis bagi warga miskin sebagai persiapan sebelum menghadapi Seleknas. Pelatihannya meliputi kesamaptaan fisik, bahasa Jepang, hingga matematika dasar. Tujuannya supaya mereka lolos seleksi nasional," ujar Rina saat ditemui di kantornya, Technopark Sragen, Sabtu 28 Februari 2026.

Pada tahun anggaran 2026, Pemkab Sragen telah menggelontorkan dana sebesar Rp1,2 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk membiayai pelatihan yang dikelola melalui pihak ketiga via e-katalog, serta menanggung biaya Medical Check-Up (MCU) para peserta.

Rina memaparkan, dari total 167 pendaftar, sebanyak 104 orang berhasil lolos hingga tahap MCU. Setelah melalui seleksi teknis bersama tim dari IM Japan, saat ini tercatat ada 96 peserta yang tengah menjalani pelatihan intensif.

"Sebanyak 96 orang ini kita siapkan untuk bertarung di Seleknas yang dijadwalkan pada 6 hingga 10 April 2026 mendatang. Lokasi seleksi nanti ditentukan oleh pihak IM Japan," katanya membeberkan.

Rina memberikan peringatan keras kepada para peserta agar tidak main-main mengikuti pelatihan. Mengingat ketatnya aturan dari pihak Jepang, mulai dari larangan tato, bekas luka/panu, hingga kondisi gigi yang harus rapi.

Standar fisik yang diminta setara dengan latihan militer, termasuk ketepatan waktu lari dan kekuatan fisik lainnya. Rina menegaskan kepada para peserta untuk memiliki tanggung jawab moral karena seluruh biaya pelatihan ditanggung oleh APBD.

"Saat pembukaan pelatihan, saya sampaikan langsung: kalian memakai uang rakyat. Tidak boleh meletre (lemah/menyerah). Mereka harus serius karena mulai dari MCU sampai pelatihan, semuanya dibayar negara," kata Rina tegas.

Bagi peserta yang nantinya dinyatakan lolos Seleknas, Pemkab Sragen tidak akan melepas begitu saja. Peserta akan kembali mendapatkan kursus pendalaman bahasa Jepang.

Bahkan, bagi warga miskin yang terkendala biaya keberangkatan, Pemkab Sragen telah menjalin sinergi dengan Baznas Sragen. Karena peserta berasal dari keluarga tidak mampu (masuk kategori Asnaf), maka biaya pemberangkatan akan dibantu atau di-backup oleh Baznas.

"Istilahnya, dari pelatihan sampai berangkat kita upayakan gratis bagi yang benar-benar tidak mampu. Ini komitmen Pak Bupati untuk mengangkat kesejahteraan warga Sragen melalui program magang ke luar negeri," ucap dia. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....