Kementan Luncurkan Sistem Pertanian Modern di Sragen, Target Produktivitas Naik

  • 26 Jul 2026 23:20 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Sragen - Kementerian Pertanian (Kementan) RI resmi meluncurkan penerapan metode Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) di lahan sawah Desa Kliwonan, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Jumat 24 Juli 2026. Langkah ini dilakukan untuk memacu produktivitas padi nasional melalui mekanisasi dan teknologi digital secara berkelanjutan.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Andi Nur Alam Syah, menyampaikan bahwa potensi sektor pertanian di Sragen sangat besar. Saat ini, rata-rata produktivitas padi di Sragen sudah mencapai 6 hingga 7 ton per hektare, berada di atas rata-rata nasional sebesar 5,6 ton per hektare.

“Melalui penerapan PM-AAS secara optimal, kami memproyeksikan produktivitas lahan di Sragen bisa melonjak hingga 10 sampai 12 ton per hektare. Karena sarana produksi sudah siap, kami minta camat dan penyuluh ikut mendampingi petani secara melekat,” ujar Andi usai meluncurkan program tersebut.

Andi menjelaskan, PM-AAS memadukan mekanisasi modern, pola tanam rapat, dan tata kelola berbasis teknologi digital. Pada tahun ini, Kementan menargetkan penerapan PM-AAS di lahan seluas satu juta hektare, sebelum diperluas menjadi tiga juta hektare pada tahun depan guna memperkuat keberlanjutan swasembada pangan nasional.

Selain mendongkrak hasil panen, metode ini juga mendorong pola pergiliran tanaman untuk menjaga kesuburan tanah dan diversifikasi pendapatan petani.

“Jika kebutuhan beras sudah tercukupi, petani bisa menanam palawija seperti kedelai, bawang merah, atau kacang hijau. Skemanya dua kali tanam padi dan satu kali palawija, sehingga kualitas tanah tetap terjaga dan pendapatan petani makin optimal,” katanya menjelaskan.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sragen untuk mendukung penuh percepatan modernisasi pertanian tersebut. Menurutnya, PM-AAS membuat proses bertani menjadi lebih efisien dan memiliki daya hasil tinggi.

“Ini terobosan luar biasa dari Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Kami berharap metode ini benar-benar menghadirkan lompatan produktivitas, sekaligus membuktikan bahwa bertani adalah profesi yang menjanjikan bagi generasi masa depan,” kata Sigit. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....