Ziarah ke Makam Pendiri, Pemain Persebaya Diajak Mengingat Akar Sejarah Klub
- 18 Jun 2026 10:30 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Rangkaian Anniversary Persebaya ke-99 diawali dengan berziarah ke makam salah satu pendiri klub, Almarhum M. Pamoeji, di TPU Karang Tembok, Pegirian, Semampir, Surabaya, Kamis, 18 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang Persebaya hingga memasuki usia hampir satu abad tidak lepas dari jasa para tokoh yang membangun fondasi klub sejak awal.
Tradisi ziarah ini pun terus dipertahankan sebagai bagian dari identitas Bajol Ijo setiap kali merayakan hari jadi. Asisten pelatih Persebaya, Uston Nawawi, mengatakan ziarah ke makam pendiri klub merupakan bentuk penghormatan kepada sejarah yang telah melahirkan Persebaya sebagai salah satu klub terbesar di Indonesia.
"Setiap tahun, setiap ulang tahun, selalu berziarah ke makam pendiri Persebaya. Artinya, kita itu jangan sampai melupakan sejarah, kita harus tetap respect, menghormati yang cikal bakal salah satu pendiri Persebaya Surabaya," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, rombongan juga memanjatkan doa untuk almarhum M. Pamoeji sekaligus memohon keberkahan bagi perjalanan Persebaya yang kini memasuki usia ke-99 tahun. "Kita membaca Surat Al-Fatihah, semoga beliau tetap langgeng, tenang di sisi-Nya, dan keberkahan selalu bersama kita, khususnya tim Persebaya," ucapnya melanjutkan.
Menurut Uston, Persebaya merupakan klub yang memiliki sejarah panjang dan penuh prestasi. Karena itu, ia berharap usia yang semakin matang dapat diiringi dengan pencapaian yang lebih baik di masa mendatang.
"Tentunya Persebaya adalah salah satu tim legendaris, tim yang tua karena sudah berusia 99 tahun, dan tim yang syarat prestasi, syarat dengan perjuangan juga," katanya.
Senada dengan itu, pemain Persebaya, Rachmat Irianto, menilai tradisi ziarah menjadi cara untuk menjaga penghormatan kepada para pendiri yang telah meletakkan dasar bagi klub kebanggaan masyarakat Surabaya tersebut. "Ini sebagai tradisi untuk tim Persebaya. Jadi, paling tidak kita menghormati pendiri Persebaya Surabaya," ucapnya.
Di tengah suasana peringatan hari jadi klub, Rachmat juga menegaskan bahwa Persebaya tetap membawa target besar pada musim ini. Meski usia ke-99 tidak memiliki makna khusus baginya secara pribadi, ia memastikan seluruh tim memiliki ambisi yang sama untuk meraih gelar juara.
"Angka 99 memang tidak ada yang spesial ya. Tapi bagaimanapun dalam tim pasti ada target, tentu kami ingin jadi juara tahun ini," katanya.
Putra legenda Persebaya, almarhum Bejo Sugiantoro, itu mengakui persaingan menuju gelar tidak akan mudah karena setiap tim juga memiliki target serupa. Namun, ia optimistis peluang tersebut bisa diwujudkan apabila seluruh pemain memiliki semangat dan tujuan yang sama.
"Jelas tidak mudah karena tim lain juga mempersiapkan. Tidak hanya Persebaya yang ingin juara, semua tim juga ingin juara. Tapi jika teman-teman punya motivasi yang tinggi, tekad yang sama, tujuan yang sama, insyaallah bisa menuju juara tersebut," tuturnya.
Selain Uston Nawawi dan Rachmat Irianto, ziarah juga diikuti oleh Toni Firmansyah, Arief Catur Pamungkas, dan Koko Ari Araya. Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-99 Persebaya sebelum klub memasuki usia satu abad pada tahun depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....