Tavares Tak Peduli Mitos Juara Piala Presiden Gagal Juara Liga

  • 24 Jul 2026 12:30 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares tidak terbebani dengan catatan sejarah yang menyebut juara Piala Presiden kerap gagal melanjutkan kesuksesan di kompetisi Super League. Menurutnya, statistik tersebut memang menjadi fakta berdasarkan perjalanan turnamen sebelumnya, tetapi bukan alasan bagi tim untuk mengurangi ambisi meraih kemenangan.

Pelatih asal Portugal itu menegaskan setiap tim yang tampil di sebuah turnamen tentu memiliki keinginan untuk menang. Ia tidak percaya ada tim yang sengaja mengabaikan peluang menjadi juara hanya karena mempertimbangkan kemungkinan hasil di kompetisi berikutnya.

"Itu memang fakta jika melihat sejarah. Namun saya juga tidak percaya ada tim yang sengaja menolak untuk menang. Memang sejarah menunjukkan juara Piala Presiden biasanya tidak menjadi juara liga. Tetapi siapa yang tahu? Mungkin musim ini akan berbeda," kata Tavares.

Meski demikian, Tavares memilih agar Persebaya tetap fokus pada hal-hal yang bisa dikendalikan. Baginya, perjalanan di Piala Presiden bukan hanya tentang mengejar trofi, melainkan kesempatan untuk membangun tim dan mempersiapkan skuad menghadapi kompetisi musim 2026/2027.

Setiap pertandingan, lanjut Tavares, akan menjadi bahan evaluasi untuk melihat perkembangan pemain sekaligus meningkatkan kualitas permainan secara bertahap. Ia ingin Persebaya terus mengalami peningkatan dari satu laga ke laga berikutnya selama turnamen berlangsung.

"Bagi kami, yang terpenting adalah fokus pada hal-hal yang bisa kami kendalikan. Target saya di Piala Presiden adalah membangun tim, melihat perkembangan pemain, dan memastikan kami terus berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya," ujarnya.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama Tavares adalah bagaimana para pemain menunjukkan komitmen ketika kehilangan penguasaan bola. Ia ingin seluruh pemain mampu menjalankan transisi bertahan dengan baik, membantu rekan setim, serta menjaga keseimbangan permainan saat menghadapi tekanan lawan.

"Yang paling ingin saya lihat adalah komitmen pemain ketika tim tidak menguasai bola. Saat kehilangan bola, mereka harus aktif bergerak, membantu rekan setim, melakukan transisi bertahan dengan baik, dan menjaga keseimbangan permainan. Sepak bola bukan hanya soal apa yang dilakukan saat menguasai bola," tegasnya.

Selain aspek teknis, Tavares juga memanfaatkan Piala Presiden untuk menguji kesiapan mental pemain. Atmosfer pertandingan di hadapan puluhan ribu Bonek dan Bonita dinilai menjadi pengalaman penting bagi para pemain, terutama mereka yang masih beradaptasi dengan tekanan pertandingan di kompetisi.

Persebaya tergabung di Grup B bersama Persija Jakarta, PSMS Medan, dan wakil Thailand, Port FC. Persebaya akan mengawali perjuangannya dengan menjamu Persija di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu, 26 Juli 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....