Iran Terancam Absen di Piala Dunia 2026 karena Konflik Geopolitik
- 29 Mar 2026 15:06 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Tim nasional Iran sejatinya telah memastikan diri tampil di Piala Dunia 2026 setelah melalui kualifikasi zona Asia dengan performa impresif. Kepastian itu bahkan menjadikan Iran sebagai salah satu negara pertama yang mengamankan tiket ke putaran final.
Namun, di tengah kepastian tersebut, muncul ancaman besar yang bisa menggagalkan partisipasi mereka. Ketegangan geopolitik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel membuat keikutsertaan Iran kini berada dalam ketidakpastian.
Situasi semakin rumit setelah pemerintah Iran dikabarkan mempertimbangkan pembatasan perjalanan ke negara-negara yang dianggap "tidak aman" atau "bermusuhan". Kebijakan ini berpotensi berdampak langsung pada keikutsertaan timnas Iran, mengingat sebagian pertandingan Piala Dunia 2026 akan digelar di Amerika Serikat.
Bahkan, muncul wacana bahwa Iran dapat memilih mundur dari turnamen. Dalam laporan sebelumnya, pejabat olahraga Iran menyebut bahwa dalam kondisi tertentu, negaranya tidak dapat berpartisipasi di Piala Dunia yang digelar di wilayah Amerika Utara.
Di sisi lain, FIFA masih terus melakukan komunikasi dengan federasi sepak bola Iran. Salah satu opsi yang tengah dibahas adalah kemungkinan memindahkan pertandingan Iran ke negara tuan rumah lain seperti Meksiko demi menjamin keamanan pemain.
Pengamat sepak bola Aji Soko menilai situasi ini sangat tidak biasa dalam sejarah Piala Dunia. Menurutnya, persoalan ini tidak hanya menyangkut olahraga, tetapi juga politik global yang kompleks.
"Belum pernah ada tim yang sudah lolos kualifikasi, tapi kemudian terancam tidak tampil di putaran final. Ini bukan sekadar sepak bola. Ini soal hubungan antarnegara yang sedang memanas dan berdampak langsung ke kompetisi," kata Aji.
Pihaknya juga menyoroti potensi keputusan sepihak dari negara tuan rumah. Aji menilai FIFA berada dalam tekanan besar untuk menjaga netralitas.
"Kalau Amerika Serikat tidak memberikan izin masuk kepada Iran, ini bisa menjadi preseden buruk dalam sejarah Piala Dunia.FIFA harus memastikan tidak ada diskriminasi terhadap peserta. Kalau tidak, kepercayaan dunia terhadap sepak bola bisa terganggu,” tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....