Apa itu Diving, Istilah yang Sering Muncul saat Piala Dunia
- 06 Jul 2026 12:18 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Saat menonton pertandingan sepak bola, termasuk Piala Dunia, Anda pasti sering melihat pemain tiba-tiba jatuh berguling-guling di lapangan. Momen ini sering disebut sebagai diving. Istilah ini mengacu pada aksi pemain yang berusaha mendapatkan keuntungan bagi timnya dengan cara jatuh ke tanah dan berpura-pura cedera, seolah-olah ia dilanggar oleh pemain lawan.
Aksi ini dalam dunia sepak bola secara resmi disebut simulation oleh FIFA, badan sepak bola dunia. Biasanya, pemain melakukan diving dengan harapan wasit akan memberikan tendangan bebas atau penalti bagi timnya. Tak jarang, tujuan lainnya adalah agar pemain lawan mendapat kartu kuning atau bahkan kartu merah akibat "pelanggaran" yang dibuat-buat tersebut.
Mengutip dari situs Sporting News, keputusan wasit untuk menentukan apakah sebuah jatuhan adalah diving atau pelanggaran nyata selalu menjadi salah satu kontroversi terbesar di sepak bola. Wasit harus memutuskan dalam sekejap mata, apakah memberikan keuntungan kepada pemain yang jatuh atau justru melihat bahwa itu adalah upaya tipuan untuk menipu.
Apalagi di era Piala Dunia saat ini, tensi pertandingan yang tinggi membuat beberapa pemain lebih mudah jatuh demi keunggulan bagi timnya.
Fenomena ini memang seringkali membuat kesal para penggemar dan tim lawan. Namun, diving sudah menjadi bagian dari sepak bola modern selama bertahun-tahun, dan semakin marak dalam dua dekade terakhir karena wasit mulai lebih keras menindak tekel berbahaya. Untungnya, dengan adanya ribuan kamera yang mengarah ke lapangan di Piala Dunia, pemain yang melakukan diving kini lebih sering tertangkap basah.
Sejarah mencatat bahwa aksi diving telah lama menjadi bagian dari sepak bola, bahkan sejak era Piala Dunia 1990. Legenda Jerman, Juergen Klinsmann, sering disebut sebagai sosok yang memopulerkan aksi ini setelah ia melakukan gerakan teatrikal yang membuat bek Argentina, Pedro Monzon, mendapatkan kartu merah pada final Piala Dunia 1990. Sejak saat itulah, Klinsmann dijuluki "Bapak Diving" dan teknik ini mulai dikenal luas di seluruh dunia.
Kini, dengan hadirnya teknologi VAR (Video Assistant Referee), wasit memiliki alat bantu yang lebih canggih untuk mendeteksi aksi diving. Bahkan dalam Piala Dunia 2026, muncul aturan baru yang memungkinkan wasit membatalkan kartu kuning yang diberikan kepada pemain yang dilanggar, lalu mengalihkannya ke pemain yang terbukti melakukan diving. Meskipun penerapan aturan ini masih menuai perdebatan, langkah ini menunjukkan bahwa FIFA serius memberantas kecurangan demi menjaga sportivitas permainan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....