Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Kembali Lancar, Kapasitas Naik
- 03 Okt 2026 19:09 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk kembali lancar dalam lima hari terakhir, 29 September hingga 3 Oktober 2026, setelah sebelumnya mengalami kemacetan berkepanjangan. Antrean kendaraan kini dapat tertampung di dalam terminal sehingga tidak menimbulkan kemacetan panjang menuju pelabuhan.
“Syukur alhamdulillah, penyeberangan Ketapang-Gilimanuk sudah kembali lancar. Antrean yang ada saat ini hanya berada di dalam terminal, sehingga masyarakat maupun pelaku angkutan logistik yang hendak menuju Bali tidak perlu lagi ragu menggunakan lintasan ini,” ujar Ketua Bidang Usaha dan Pentarifan DPP Gapasdap Rakhmatika Ardianto di Surabaya, Sabtu 3 Oktober 2026.
Kelancaran tersebut dicapai melalui percepatan bongkar muat kapal dari sebelumnya 35 menit menjadi 15 menit. Kebijakan itu merupakan tindak lanjut rapat pada 28 September 2026 yang melibatkan Komisi VII DPR RI, KSOP, BPTD, ASDP, dan pemangku kepentingan terkait.
“Perusahaan penyeberangan telah berkorban dalam penyelesaian masalah kemacetan ini dengan merelakan alokasi waktu bongkar muat yang lebih singkat. Tujuannya agar perputaran kapal meningkat dan kebutuhan masyarakat serta distribusi logistik tetap terlayani,” jelas Rakhmatika.
Percepatan bongkar muat memungkinkan peningkatan frekuensi perjalanan kapal dan diproyeksikan menambah kapasitas angkut harian lebih dari 50 persen. Langkah tersebut dilakukan untuk mengompensasi berkurangnya kapasitas pelayanan akibat penutupan satu pasang dermaga yang direvitalisasi ASDP hingga periode Desember 2026-Maret 2027.
Rakhmatika juga meminta pekerjaan penyambungan dan perpanjangan pelengsengan di Ketapang segera direalisasikan dengan target maksimal satu bulan. Selain itu, ASDP diminta mempercepat perbaikan Dermaga Bulusan agar dapat kembali difungsikan dan menambah kapasitas sandar.
“Penambahan dermaga harus menjadi prioritas investasi ASDP, terutama untuk mengantisipasi pertumbuhan kendaraan ketika jalan tol tersambung. Jangan sampai akses menuju pelabuhan semakin lancar, tetapi kapasitas penyeberangannya tidak siap menampung peningkatan kebutuhan,” tegasnya.
Untuk jangka panjang, Rakhmatika mendorong pembangunan beberapa pasang dermaga tambahan karena dari 58 kapal yang tersedia di lintasan Ketapang-Gilimanuk, hanya sekitar 28 kapal yang dapat dioperasikan setiap hari dalam pola operasi normal. Ia juga meminta ASDP memastikan fasilitas pelabuhan memadai dan andal melalui perencanaan investasi serta pendanaan korporasi yang jelas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....