Aspal Panjang Jiwo Selesai, Crossing Masih Menanjak
- 15 Sep 2026 15:16 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Pengaspalan di kawasan Panjang Jiwo, Surabaya, yang sebelumnya dikeluhkan warga karena permukaan jalan tidak rata, kini telah selesai. Sementara itu, bagian crossing masih memiliki elevasi lebih tinggi karena harus menyesuaikan keberadaan pipa utilitas di bawahnya.
Aduan disampaikan Bu Riadini kepada Tim Halo RRI pada Senin, 14 September 2026. Ia mengeluhkan perbedaan ketinggian antara aspal lama dan baru yang membentuk seperti undakan dan dinilai dapat membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua.
“Untuk pengerjaan drainase di kawasan Panjang Jiwo ini kan sekarang masuk tahap pengaspalan. Tapi aspal yang lama dengan yang baru itu tidak rata, ada jeda atau seperti ada tingkatannya. Ini kan bisa membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua,” ujar Riadini.
Selain kondisi permukaan jalan, Riadini juga mempertanyakan kapan pengaspalan selesai karena pengerjaan tersebut berdampak pada kelancaran lalu lintas. “Kapan pengerjaan pengaspalannya selesai, karena pengerjaan ini juga bisa bikin macet,” katanya.
Aduan tersebut diteruskan Tim Halo RRI kepada Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga atau DSDABM Kota Surabaya pada hari yang sama. Respons diberikan Bambang Yulianto, Pengawas Saluran Drainase DSDABM Kota Surabaya, Selasa, 15 September 2026.
“Untuk Panjang Jiwo, itu memang ada crossing menghubungkan antara pompa Panjang Jiwo dengan saluran Jagir. Jadi untuk pengaspalan itu sudah dilakukan hari Sabtu kemarin, tanggal 12, itu sudah selesai. Sisi utara maupun sisi selatan,” ujar Bambang.
| Baca juga: Pemkab Sidoarjo Percepat Normalisasi Sungai |
Bambang memastikan pengaspalan pada kedua sisi tersebut telah rampung dan kondisi lalu lintas kembali lancar. “Jadi sudah mulus dan lalu lintas lancar,” katanya.
Sementara mengenai bagian crossing yang masih memiliki elevasi lebih tinggi, Bambang menjelaskan kondisi tersebut disebabkan adanya pipa PDAM berdiameter sekitar satu meter yang melintang di lokasi. Pipa tersebut tidak memungkinkan untuk dipotong maupun diturunkan sehingga pekerjaan harus menyesuaikan posisi utilitas yang sudah ada.
“Ada pipa PDAM diameter seribu, jadi diameternya seribu atau satu meter. Kita tidak mungkin motong, nurunkan pipa tersebut. Jadi kita harus menyesuaikan ketinggian pipa,” ujarnya.
Karena harus menyesuaikan posisi pipa, crossing dibuat berada di atas utilitas tersebut. Bambang mengatakan, permukaan jalan memang masih memiliki kenaikan, tetapi sisi barat dan timur dibuat lebih landai agar pengendara dapat melintas dengan aman.
“Jadi kondisi sekarang ini agak naik, tapi tetap kita langsamkan supaya aman untuk pengendaranya. Jadi kita langsam yang sisi barat dan timur. Jadi supaya pengendara tidak kaget untuk melewati di area tersebut,” ujar Bambang.
Dengan demikian, pengaspalan sisi utara dan selatan di kawasan Panjang Jiwo telah selesai. Sementara perbedaan elevasi pada bagian crossing merupakan penyesuaian teknis terhadap pipa PDAM yang berada di lokasi, dengan sisi jalan dibuat lebih landai untuk mengurangi risiko bagi pengendara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....