Islam Mencintai Keindahan, Menebar Damai, Toleransi, dan Kemudahan

  • 02 Okt 2026 09:00 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya — Keindahan Islam tidak hanya terpancar dari ibadah ritual semata, melainkan tercermin secara nyata dalam setiap nilai ajarannya yang membawa kedamaian bagi seluruh alam. Hal tersebut diungkapkan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Pakal, Ustaz Amilan, saat menjadi narasumber dalam program siaran Cahaya Pagi RRI Pro. 4 Surabaya pada Jum'at, 2 Oktober 2026. Dalam pemaparannya, ia mengupas tuntas hakikat keindahan agama Islam yang didasarkan pada dalil-dalil syariat serta teladan Rasulullah SAW.

Mengawali dialog interaktif tersebut, Ustaz Amilan mengutip sebuah hadis shahih yang menegaskan bahwa Allah SWT memiliki sifat Maha Indah dan sangat mencintai keindahan. Beliau juga merujuk pada Surat Ali 'Imran ayat 19, yang menjelaskan bahwa agama yang diridhai di sisi Allah SWT adalah Islam. Berdasarkan fondasi teologis ini, beliau merinci bahwa setidaknya terdapat empat pilar utama yang menunjukkan betapa indahnya ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari umat manusia.

Pilar keindahan pertama yang dijabarkan adalah ajaran tentang kedamaian. Ustaz Amilan menekankan bahwa Islam senantiasa menuntun umatnya untuk berbuat damai dan menebar kebaikan kepada sesama. Umat Islam diajarkan untuk menjaga lisan dan perilaku agar tidak meresahkan atau menyakiti orang lain.

Ketika terjadi suatu konflik atau perselisihan, solusi yang dikedepankan oleh Islam adalah melalui jalan musyawarah serta penyelesaian yang bermartabat, sejalan dengan prinsip bahwa Allah SWT senantiasa mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan dan mendamaikan perselisihan (al-muhsinin). Aspek keindahan kedua yang tidak kalah penting adalah nilai toleransi dan keadilan yang dijunjung tinggi dalam Islam.

Ustaz Amilan menjelaskan bahwa Islam tidak pernah memaksa seseorang untuk memeluk agama Islam, sebagaimana prinsip lakum dinukum waliya din. Ia mengingatkan kembali bagaimana Rasulullah SAW melindungi dan memberikan jaminan keselamatan bagi kaum kafir dzimmi—yakni non-muslim yang hidup berdampingan secara damai dan menghormati kaum Muslimin.

"Barang siapa yang memusuhi kafir dzimmi, maka dia akan menjadi musuhku kelak di yaumil qiyamah," demikian kutipan penuturan tegas dari narasumber mengenai besarnya perlindungan hak asasi dalam Islam.

Selain toleransi antarumat beragama, pilar keadilan dalam Islam juga bersifat universal dan tanpa pandang bulu. Ustaz Amilan mencontohkan ketegasan hukum yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW, di mana hukum berlaku adil kepada siapa saja, termasuk kepada keluarga Nabi sendiri apabila terbukti bersalah.

Keadilan ini mencakup perlindungan terhadap hak, harta, dan kehormatan setiap individu di tengah masyarakat, sehingga tercipta tatanan sosial yang harmonis dan berkeadaban tinggi. Pilar keindahan yang ketiga adalah cerminan kesederhanaan dan kemudahan yang diusung oleh ajaran Islam.

Mengutip kaidah agung yassiru wa la tu'assiru (mudahkanlah dan jangan dipersulit), narasumber mengingatkan agar umat Islam tidak bersikap berlebihan atau gemar menghakimi pihak lain yang pemahaman keagamaannya masih dalam proses belajar. Islam senantiasa memberikan ruang kemudahan dalam beribadah serta bermuamalah, tanpa ada unsur paksaan yang memberatkan hati manusia.

Menutup perbincangan di studio RRI Pro. 4 Surabaya, Ustaz Amilan berpesan agar umat Islam dapat benar-ar memahami esensi ajaran agama secara komprehensif. Dengan memahami Islam secara utuh—baik dari dimensi kedamaian, toleransi, keadilan, hingga kemudahan—setiap Muslim dapat menjadi teladan yang baik di tengah masyarakat majemuk, sekaligus merasakan keindahan hakiki dalam menjalankan ajaran Islam yang rahmatan lil 'alamin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....