Aduan Eceng Gondok Mastrip, DLH Jelaskan Penanganannya

  • 01 Okt 2026 16:40 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Eceng gondok yang memenuhi aliran Sungai Brantas di kawasan Mastrip Surabaya dikeluhkan warga karena dinilai dapat mengganggu aktivitas perahu penyeberangan. Menanggapi aduan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya menjelaskan mekanisme penanganan eceng gondok, termasuk pembagian kewenangan dengan pihak yang mengelola aliran sungai.

Aduan disampaikan pendengar Halo RRI, Indira, pada Rabu 30 September 2026. Ia melihat eceng gondok dalam jumlah banyak menutupi permukaan sungai. Menurut informasi yang diterimanya dari petugas perahu tambang di kawasan Mastrip, keberadaan eceng gondok dalam volume besar juga dapat membahayakan aktivitas penyeberangan.

“Pagi ini saya melihat di sepanjang Sungai Brantas yang berada di kawasan Mastrip banyak sekali eceng gondok yang menutupi sungai. Menurut keterangan petugas perahu tambang yang ada di kawasan Mastrip, kalau eceng gondok itu dalam volume yang besar juga membahayakan perahu yang menyeberangkan penumpang,” ujar Indira.

Kondisi Sungai Brantas yang berada di kawasan Mastrip dipenuhi enceng gondok. (Foto: dok. indira).

Menanggapi laporan tersebut, Kabid Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, Wasis Sutikno, menjelaskan bahwa penanganan eceng gondok di aliran sungai memiliki pembagian kewenangan. Untuk bagian sungai yang masih menjadi kewenangan BPWS dan Jasa Tirta, penanganan dilakukan oleh pihak tersebut.

“Terkait dengan sungai memang ada kewenangan-kewenangan yang berbeda. Yang dilaporkan tadi itu masih kewenangannya BPWS. Nanti di bawah jembatan tol itu biasanya masih dipasang dan masih terpasang trash boom oleh BPWS, Jasa Tirta,” jelas Wasis saat dikonfirmasi RRI Surabaya, Rabu 30 September 2026.

Trash boom tersebut berfungsi menahan eceng gondok yang terbawa arus. Setelah terkumpul, eceng gondok kemudian dibersihkan secara rutin. Wasis mengatakan, alat berat juga disiagakan di lokasi untuk membantu proses pengangkutan.

“Biasanya eceng-eceng gondok tertahan di situ, kemudian mereka rutin membersihkan. Ada alat berat juga yang disiagakan di tempat untuk mengambil eceng-eceng gondok,” katanya.

Tidak seluruh eceng gondok yang terbawa arus berhasil tertahan. Sebagian dapat lolos menuju aliran berikutnya, termasuk ke kawasan yang mengarah ke Jagir. Jika kondisi tersebut terjadi, DLH Surabaya dapat turun melakukan pembersihan melalui susur sungai.

“Kalau yang lolos, lepas lagi misalkan ke Jagir, nanti baru kita turun, kita susur kita bersihkan. Seperti kemarin kita bersihkan di titik dekat Nginden dan itu dilaporkan juga oleh masyarakat,” ujar Wasis.

Menurut Wasis, penanganan di lapangan juga dilakukan melalui koordinasi dengan pihak terkait. Dalam pembersihan tersebut, petugas tidak hanya mengangkut sampah, tetapi juga mengambil eceng gondok yang ditemukan di sepanjang titik penanganan.

Ia berharap pertumbuhan eceng gondok di aliran sungai tidak semakin subur. Kondisi vegetasi sungai, menurutnya, perlu diperhatikan agar tidak mengganggu ekosistem dan habitat yang ada di dalam perairan.

“Kita semuanya sadar sehingga sungai kita tetap bersih tanpa ada vegetasi-vegetasi eceng gondok atau yang lainnya. Sehingga enak sungai kita dilihat, banyak habitat-habitat yang bisa tumbuh di dalamnya tanpa ada gangguan atau pengaruh dari eceng gondok,” kata Wasis.

Melalui aduan tersebut, Halo RRI membantu mempertemukan keluhan warga dengan penjelasan instansi terkait, sekaligus memberikan informasi mengenai mekanisme penanganan eceng gondok sesuai kewenangan di masing-masing bagian aliran sungai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....