Sampah Kembali Menumpuk di Kedung Cowek, DLH Minta Warga ikut Awasi

  • 07 Sep 2026 18:15 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • Tumpukan sampah di Jalan Kedung Cowek, yang sebelumnya sempat viral dan telah dibersihkan, namun belakangan sampah kembali terlihat di sejumlah titik dikeluhkan warga..
  • Kabid Kebersihan DLH Surabaya Wasis Sutikno menyatakan sampah di kawasan itu sebenarnya rutin dibersihkan setiap hari tapi setelah petugas melakukan pembersihan pada pagi hari, masih ada warga yang kembali membuang sampah disitu.
  • Wasis, DLH Kota Surabaya akan tetap melakukan pembersihan, termasuk menyisir lokasi yang kembali ditemukan sampah. Namun, upaya tersebut membutuhkan dukungan masyarakat agar persoalan pembuangan sampah sembarangan tidak terus berulang.
  • Melalui Halo RRI, keluhan warga seperti ini menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah untuk bersama-sama menjaga kebersihan serta kenyamanan ruang publik.

RRI.CO.ID, Surabaya - Tumpukan sampah kembali terlihat di sepanjang Jalan Kedung Cowek, Surabaya dari arah Madura menuju Surabaya. Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena sampah yang berada di pinggir jalan dinilai mengganggu kebersihan kawasan.

Aduan disampaikan Vina kepada Tim Halo RRI, Senin 7 September 2026, setelah melintas di Jalan Kedung Cowek sekitar pukul 09.45 WIB. Ia menyebut kondisi tersebut sebelumnya sempat viral dan telah dibersihkan, namun belakangan sampah kembali terlihat di sejumlah titik.

“Tadi saya melintas di Jalan Kedung Cowek dari arah Madura ke Surabaya sekitar pukul 09.45. Kok di pinggir jalan ada sampah berderet ya? Kadang lewat bersih, kadang jam 9 saya lewat masih ada beberapa. Dulu sempat viral juga dan bersih, akhir-akhir ini ada lagi,” ujar Vina dalam aduannya kepada Tim Halo RRI.

Tumpukan sampah di Jalan Kedung Cowek dari arah Madura ke Surabaya yang dikeluhkan warga. (Foto: dok. Vina).

Aduan tersebut kemudian diteruskan Tim Halo RRI kepada Wasis Sutikno, Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Kota Surabaya.

Menanggapi keluhan tersebut, Wasis menjelaskan, sampah di kawasan itu sebenarnya rutin dibersihkan setiap hari. Namun, setelah petugas melakukan pembersihan pada pagi hari, masih ada warga yang kembali membuang sampah di lokasi tersebut.

“Ya terima kasih ya Bu Vina, itu sampah yang memang tiap hari kita bersihkan. Pagi kita bersihkan, agak siang, jam delapan lebih ada lagi orang naruh di situ. Kresek-kresek, ya glangsing. Nanti agak siang lagi memang kita sisir, kita bersihkan,” kata Wasis Sutikno kepada RRI Surabaya, Senin 7 September 2026.

Wasis meminta masyarakat ikut mengawasi dan tidak menjadikan pembatas maupun separator jalan sebagai tempat pembuangan sampah. Sampah, menurutnya, sebaiknya dibuang ke tempat pembuangan sementara atau TPS terdekat.

“Minta tolong ya warga Kota Surabaya ikut ngawasi. Ada orang-orang yang naruh, misalkan sampah di atas kerb, di atas separator. Diarahkan ke TPS terdekat saja, jangan ditaruh di atas jalan yang terbuka. Di atas kerb itu menjadikan lingkungan kita, lingkungan kota kita jadi kotor,” ujar Wasis.

Wasis juga mengimbau warga dari luar Surabaya yang melintas menuju Kota Surabaya agar tidak membuang sampah sembarangan selama perjalanan. Ia mengatakan, sejumlah TPS telah disediakan Pemerintah Kota Surabaya sehingga masyarakat dapat memanfaatkannya.

“Kalau bisa ditaruh atau dibuang di TPS. Kalau di kota seberang belum ada TPS, Surabaya sudah menyiapkan TPS-TPS di beberapa tempat. Sambil jalan misalkan ke Surabaya, silakan cari TPS terdekat, taruh di situ, bukan ditaruh di sembarang jalan,” katanya.

Menurut Wasis, DLH Kota Surabaya akan tetap melakukan pembersihan, termasuk menyisir lokasi yang kembali ditemukan sampah. Namun, upaya tersebut membutuhkan dukungan masyarakat agar persoalan pembuangan sampah sembarangan tidak terus berulang.

“Meskipun akhirnya Pemerintah Kota, DLH dalam hal ini selalu membersihkan, tapi ya, mosok ngene terus, rek. Minta dibantu,” ujar Wasis.

Dengan penanganan yang dilakukan setiap hari dan dukungan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, DLH berharap kawasan Kedung Cowek tetap bersih. Melalui Halo RRI, keluhan warga seperti ini menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah untuk bersama-sama menjaga kebersihan serta kenyamanan ruang publik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....