Silih Asah Asih Asuh Perlu Diterapkan
- 30 Sep 2026 05:15 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Filosofi silih asah, silih asih, dan silih asuh dinilai penting untuk terus diterapkan dalam kehidupan masyarakat karena mengajarkan sikap saling mengingatkan, menyayangi, serta merawat dan membantu sesama. Hal tersebut disampaikan Cak Ries, Pecinta Budaya Nusantara asal Jawa Timur, dalam siaran Obrolan Budaya Pro 4 RRI Surabaya, Selasa, 29 September 2026, dengan tema Silih Asah Asih Asuh.
Cak Ries menjelaskan, konsep silih asah mengandung makna saling mengasah pengetahuan dan mengingatkan tentang kebenaran. Menurutnya, masyarakat perlu terus belajar dan memberikan edukasi kepada sesama agar kehidupan bersama dapat berjalan lebih baik.
“Silih asah, silih asih, silih asuh itu tidak gampang. Kita di dunia ini ada teman, ada tetangga, semuanya saling mengisi,” ujar Cak Ries.
| Baca juga: Antibiotika Hewan Kurban Jadi Sorotan |
Ia menambahkan, silih asih berkaitan dengan rasa cinta, kasih sayang, dan welas asih terhadap sesama. Nilai tersebut perlu dikembangkan agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam iri, dengki maupun ujaran kebencian.
Menurut Cak Ries, sikap empati juga menjadi bagian penting dalam menerapkan silih asih. Empati, menurutnya, tidak cukup hanya dipahami, tetapi harus dilatih sejak kecil melalui pengalaman yang membuat anak memahami kesulitan dan perasaan orang lain.
“Empati itu harus dilatih. Kalau tidak dilatih, tidak akan tumbuh,” katanya.
Sementara itu, silih asuh dimaknai sebagai sikap merawat, melindungi, dan membantu orang lain, namun tetap memberikan ruang untuk berkembang secara mandiri. Cak Ries menilai, pola pengasuhan yang terlalu melindungi justru dapat membuat anak kurang mandiri dalam menghadapi kehidupan.
Ia mencontohkan, membantu sesama sebaiknya tidak hanya memberikan kebutuhan sesaat, tetapi juga memberikan kesempatan dan kemampuan agar orang tersebut dapat berdiri sendiri. Prinsip tersebut dapat diwujudkan dengan memberikan pekerjaan, keterampilan, atau dukungan yang membuat seseorang mampu memenuhi kebutuhannya secara mandiri.
Nilai silih asah, silih asih, dan silih asuh juga dinilai relevan dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam membangun toleransi. Cak Ries menekankan pentingnya saling menghormati perbedaan dan memberikan ruang kepada setiap orang untuk menjalankan keyakinannya.
“Semua orang kan Pancasila, boleh menjalankan ibadah agamanya masing-masing,” tutur Cak Ries.
Ia berharap nilai silih asah, silih asih, dan silih asuh tidak berhenti sebagai konsep budaya, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari keluarga, lingkungan pendidikan hingga masyarakat. Menurutnya, kebiasaan saling mengingatkan, menyayangi, membantu, menghormati, dan membangun kemandirian dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan kehidupan sosial yang lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....