Antibiotika Hewan Kurban Jadi Sorotan

  • 25 Mei 2026 16:38 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Penggunaan antibiotika yang tidak tepat pada hewan ternak menjadi perhatian menjelang Iduladha 2026. Selain Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), masyarakat juga diminta mewaspadai cacing hati dan tuberkulosis bovina pada hewan kurban yang dapat memengaruhi keamanan pangan asal hewan.

Kepala Pusat Penelitian LPPM UKWS, Dr. Rondius Solfaine, mengatakan isu penggunaan antibiotika kini menjadi tantangan nasional hingga internasional karena berpotensi memicu resistensi antimikroba apabila tidak digunakan sesuai aturan pada hewan ternak. “Selain PMK, masyarakat juga perlu mewaspadai cacing hati dan tuberkulosis pada hewan ternak. Apalagi saat ini isu penggunaan antibiotika menjadi perhatian nasional dan internasional,” kata Dr. Rondius dalam Dialog Aspirasi Pro 1 RRI Surabaya, Senin, 25 Mei 2026.

Menurutnya, praktik sapi gelonggongan juga masih dimungkinkan ditemukan menjelang Idul Adha. Kondisi tersebut dinilai merugikan masyarakat karena dapat memengaruhi kualitas daging yang dikonsumsi.

Rondius menjelaskan, masyarakat perlu mengenali ciri hewan kurban yang sehat sebelum membeli. Hewan yang sehat umumnya memiliki mata cerah, bulu bersih, nafsu makan baik, aktif bergerak, serta tidak mengeluarkan lendir berlebihan dari hidung maupun mulut. Selain itu, hewan tidak mengalami pincang, luka, diare, maupun penurunan berat badan ekstrem.

Sementara itu, gejala PMK yang perlu diwaspadai antara lain air liur berlebihan, lepuh pada mulut dan kaki, serta hewan sulit berjalan. Untuk cacing hati, kondisi biasanya diketahui saat pemeriksaan postmortem setelah penyembelihan karena hati tampak rusak atau ditemukan cacing pada organ tersebut.

“Kondisi kesehatan hewan bisa diketahui saat pemeriksaan antemortem maupun postmortem. Karena itu masyarakat perlu memastikan hewan kurban diperiksa petugas berwenang,” ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat juga perlu memastikan hewan kurban memenuhi prinsip ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal. Aman berarti bebas dari cemaran biologis maupun bahan berbahaya, sehat artinya hewan tidak terinfeksi penyakit, utuh berarti daging tidak dicampur bahan lain, sedangkan halal diperoleh dan disembelih sesuai syariat.

Selain membeli hewan kurban di tempat penjualan resmi, masyarakat juga disarankan memastikan ternak memiliki surat keterangan kesehatan hewan dari dinas terkait. Akademisi bersama pemerintah daerah pun terus melakukan edukasi kepada peternak dan masyarakat terkait pentingnya menjaga kesehatan hewan ternak dan keamanan pangan menjelang Iduladha.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....