Rawat Ratusan ODGJ, ‘Polisi Baik’ Pak Pur Kini Kuliah S-2 Psikologi di Unesa

  • 22 Sep 2026 17:39 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Hampir satu dekade mendampingi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan kelompok rentan membuat Ipda Purnomo menyadari bahwa pengalaman saja tidak cukup. Polisi yang dikenal publik dengan sapaan Pak Pur itu kini kembali ke bangku kuliah untuk memperkuat pengetahuan yang selama ini ia gunakan dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

Pak Pur resmi menempuh studi Magister Psikologi di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Aktivitas akademik tersebut dijalani di tengah kesibukannya sebagai anggota kepolisian sekaligus pengelola Yayasan Berkas Bersinar Abadi di Desa Nguwok, Kecamatan Modo, Lamongan.

Yayasan yang dikelolanya menjadi tempat perlindungan bagi sejumlah kelompok rentan, mulai dari ODGJ, lansia terlantar, anak jalanan, hingga penyintas penyalahgunaan narkoba. Keputusan melanjutkan pendidikan bukan sekadar untuk memperoleh gelar. Pak Pur ingin memiliki dasar keilmuan yang lebih kuat agar pendampingan terhadap masyarakat yang selama ini dilakukannya dapat semakin terarah dan profesional.

Selama hampir sepuluh tahun, ia telah mendampingi hampir 500 ODGJ. Berbagai pendekatan yang selama ini diterapkan sebagian besar diperoleh melalui pengalaman langsung dan belajar secara otodidak.

"Manusia itu wajib menuntut ilmu sampai kapan pun. Setiap hari saya bertemu dengan orang-orang yang membutuhkan tempat curhat dan konseling. Selama ini saya mendapatkan ilmu secara otodidak, sehingga saya merasa harus memiliki dasar ilmu Psikologi yang kuat dan teruji,” ujar polisi yang juga aktif mengedukasi masyarakat melalui kanal YouTube berkeanggotaan 2,7 juta subscriber tersebut.

Kebutuhan untuk memperkuat keilmuan tersebut semakin terasa karena layanan di yayasannya terus berkembang. Saat ini terdapat empat klaster layanan yang membutuhkan pendampingan dengan pendekatan yang lebih profesional.

Empat klaster tersebut meliputi ODGJ, lansia, anak terlantar, serta rehabilitasi narkoba. Masing-masing kelompok memiliki persoalan dan kebutuhan penanganan yang berbeda. "Harapan saya, setelah mendapatkan ilmu di sini semakin bermanfaat dampak pengabdian kami bagi masyarakat. Ilmu ini nantinya wajib saya tularkan kepada tim pendamping dan masyarakat,” katanya.

Kesibukan sebagai polisi, mahasiswa, sekaligus pengelola yayasan membuat Pak Pur harus membagi waktu secara cermat. Ia menyebut telah mendapatkan izin dari pimpinan untuk menjalani pendidikan, sementara aktivitas di yayasan tetap berjalan dengan dukungan tim.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....