Taman Bungkul Hari Ini: Kawasan Hijau Surabaya yang Makin Ramah Publik

  • 20 Sep 2026 05:56 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya — Kawasan Taman Bungkul yang terletak di jantung Jalan Raya Darmo hingga kini terus memikat masyarakat sebagai salah satu ruang terbuka hijau (RTH) paling ikonik di Kota Surabaya. Aktivitas warga dari berbagai kalangan tampak memadati sudut-sudut taman, mulai dari lansia yang memanfaatkan jalur poyannya hingga anak-anak muda yang menjajal area olahraga dan berkumpul.

Kondisi Taman Bungkul saat ini makin tertata rapi berkat pembenahan berkala yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Keberadaan pepohonan rindang yang mengelilingi amfiteater utama tetap menjadi daya tarik utama pengunjang untuk melepas penat di tengah lalu lintas kota yang padat.

Sejumlah fasilitas publik pun terpantau dalam kondisi optimal dan terawat. Area skate park, lintasan jogging, tempat bermain anak (children playground), hingga toilet umum dan musala terus dijaga kebersihannya untuk menjamin kenyamanan pengunjung. Akses konektivitas seperti jaringan internet Wi-Fi gratis juga masih menjadi nilai tambah yang dimanfaatkan para pelajar maupun pekerja lepas.

Melalui siaran resmi portal Pemerintah Kota Surabaya (surabaya.go.id), jajaran Pemkot menegaskan komitmennya untuk terus menyediakan ruang terbuka publik yang ramah anak dan bersih. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, M. Fikser, menyampaikan bahwa intervensi fasilitas seperti toilet publik dan pencahayaan menjadi titik perhatian utama agar taman tetap aman dinikmati.

"Buat warga Surabaya, pemerintah kota sudah menyiapkan ruang terbuka, tempat permainan, taman yang bagus buat warga kota. Ayo kita jaga sama-sama kebersihannya," tutur M. Fikser sebagaimana dikutip dari portal resmi Pemkot Surabaya.

Selain sebagai sarana rekreasi dan olahraga, Taman Bungkul tetap memegang peranan penting dalam menggerakkan ekonomi lokal. Sentra Wisata Kuliner (SWK) Taman Bungkul yang berada di bagian belakang taman konsisten menyajikan beragam hidangan khas Surabaya, seperti Rawon Kalkulator, Lontong Balap, hingga Tahu Tek. Pemkot Surabaya secara bertahap terus menata area pelaku UMKM ini agar senantiasa higienis dan tidak mengganggu kenyamanan pejalan kaki.

Daya tarik Taman Bungkul kian melonjak setiap akhir pekan, khususnya saat gelombang warga memadati ajang Car Free Day (CFD) di Jalan Raya Darmo. Perpaduan antara wisata sejarah—dengan adanya situs makam Mbah Bungkul—wisata kuliner, dan ruang interaksi sosial menjadikan taman ini tetap relevan sebagai paru-paru kota sekaligus simbol keharmonisan warga Kota Pahlawan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....