Gunakan Jalur Pemandu Jalan, Disabilitas Netra Minta Pemkot Surabaya Sosialisasi

  • 06 Sep 2026 09:30 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya — Pemenuhan fasilitas publik yang inklusif di Kota Surabaya terus menjadi perhatian utama, khususnya bagi kelompok disabilitas. Masalah ini menjadi topik utama dalam Dialog Disabilitas yang disiarkan oleh Pro 4 RRI Surabaya pada Minggu, 6 September 2026.

Acara yang berlangsung hangat tersebut menghadirkan Tika Fitri Andini, seorang penyandang disabilitas netra, sebagai narasumber. Dalam dialog itu, Tika membagikan pengalaman serta pandangannya mengenai berbagai fasilitas penunjang yang telah disediakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Tika mengapresiasi keaktifan Pemkot Surabaya dalam membangun infrastruktur ramah disabilitas di sejumlah kawasan strategis. Kehadiran ubin pemandu atau guiding block di tempat publik dinilai sangat membantu mobilitas para penyandang disabilitas netra untuk beraktivitas secara mandiri.

Salah satu fasilitas yang disoroti adalah aksesibilitas di area publik favorit warga kota, yaitu Taman Bungkul. Menurut Tika, ketersediaan jalur pemandu di area tersebut sebenarnya sudah cukup baik dan sangat memudahkan langkahnya saat berkunjung ke sana.

Namun, keberadaan fasilitas tersebut belum sepenuhnya didukung oleh pemahaman masyarakat sekitar. Tika mengungkapkan bahwa jalur yang seharusnya diperuntukkan bagi penyandang disabilitas netra sering kali terhalang oleh aktivitas pedagang.

"Saya terbantu dengan adanya jalur disabilitas di Taman Bungkul, terbantu tapi masyarakat sekitar belum tau fungsi jalur tersebut. Sehingga mereka mengalihfungsikan jalur tersebut sebagai tempat berjualan," ujar Tika saat mengisi siaran Dialog Disabilitas Pro 4 RRI Surabaya.

Melihat kondisi di lapangan tersebut, Tika berharap pemerintah tidak berhenti hanya pada tahap pembangunan fisik. Menurutnya, edukasi kepada warga dan para pelaku usaha di ruang publik sama pentingnya dengan penyediaan infrastruktur itu sendiri.

"Harapannya Pemkot Surabaya lebih mensosialisasikan kepada masyarakat tentang fungsi jalur disabilitas tersebut. Jadi tidak hanya memfasilitasi, tapi juga menyosialisasikan," kata Tika menegaskan.

Melalui dialog ini, diharapkan sinergi antara Pemkot Surabaya, media, dan masyarakat dapat semakin kuat. Peningkatan kesadaran publik menjadi kunci utama agar Surabaya tidak hanya menjadi kota yang megah secara fisik, tetapi juga ramah dan inklusif bagi seluruh warganya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....