Pesona Malam Jalan Tunjungan: Dari Kawasan Bersejarah Menjadi Pusat Nongkrong

  • 19 Sep 2026 20:15 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya — Ketika matahari mulai terbenam dan lampu-lampu jalan bertema klasik menyala, Jalan Tunjungan di pusat Kota Surabaya bertransformasi menjadi ruang publik yang hidup. Kawasan yang dahulunya kental dengan nuansa bersejarah ini kini menjelma sebagai magnet utama tempat berkumpulnya generasi muda, baik warga lokal maupun wisatawan luar daerah.

Lautan manusia kerap memadati trotoar jalan bersejarah ini setiap malam, terutama di akhir pekan. Barisan bangunan peninggalan era kolonial yang dipadukan dengan neon box modern dari deretan kafe kekinian menciptakan suasana estetis khas yang jarang ditemukan di sudut kota lainnya.

Daya tarik Jalan Tunjungan tak hanya terletak pada arsitekturnya, tetapi juga pada ekosistem kuliner dan tempat nongkrong yang menjamur. Mulai dari kedai kopi artisan, toko roti modern, hingga jajanan pasar dan stan kuliner lokal berjejer rapi, siap memanjakan lidah para pengunjung yang melintas.

Suasana malam semakin riuh dengan hadirnya musisi jalanan (street musician) dan seniman lokal yang membawakan berbagai aliran musik di sepanjang pedestrian. Alunan lagu hits hingga musik pop akustik sering kali membuat para pejalan kaki berhenti sejenak untuk menikmati pertunjukan gratis tersebut.

Salah satu pengunjung asal Sidoarjo, Dimas Prasetyo (23), mengaku rutin menghabiskan akhir pekannya di kawasan ini bersama teman-temannya. Ia merasa atmosfer Jalan Tunjungan memiliki keunikan tersendiri dibanding pusat perbelanjaan atau mall modern.

“Di sini tuh vibes-nya beda banget. Kita bisa ngopi santai di pinggir jalan sambil lihat bangunan tua, terus ada live music juga. Selain tempatnya aesthetic buat foto-foto, harganya juga masih masuk di kantong mahasiswa,” ujar Dimas saat ditemui di salah satu kedai kopi di Jalan Tunjungan.

Senada dengan Dimas, seorang mahasiswi salah satu perguruan tinggi negeri di Surabaya, Nabila Rahma (21), menuturkan bahwa Jalan Tunjungan adalah tempat ideal untuk melepas penat setelah seharian berkutat dengan aktivitas perkuliahan.

“Penataannya sekarang rapi dan terang, jadi terasa aman walau nongkrong sampai agak malam. Pilihan kafenya banyak, mau yang sekadar buat ngobrol santai atau yang nyaman buat nugas juga ada. Jalan Tunjungan ini benar-benar bikin Surabaya makin hidup pas malam hari,” tutur Nabila.

Transformasi Jalan Tunjungan menjadi ruang kreatif dan destinasi wisata malam berhasil menghidupkan kembali slogan historis “Mlaku-mlaku nang Tunjungan”. Integrasi antara pelestarian cagar budaya dan wadah berekspresi anak muda menjadikan kawasan ini sebagai simbol modernisasi kota tanpa menghilangkan akar sejarahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....