Aduan Kemacetan Prapen, DSDABM Jelaskan Pola Pengerjaan
- 01 Sep 2026 18:40 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Kemacetan yang terjadi di kawasan Jalan Prapen, Surabaya, menjadi perhatian pengguna jalan. Salah satunya disampaikan pendengar Halo RRI, Danang, yang meminta pekerjaan plengsengan saluran di kawasan tersebut dapat segera diselesaikan dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap kelancaran lalu lintas.
Danang menyoroti pekerjaan di saluran yang berada di ruas Jalan Prapen, tepatnya di antara SMA Negeri 16 Surabaya hingga sebelum belokan menuju arah Margorejo. Menurutnya, aktivitas pekerjaan tersebut berdampak pada kepadatan lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk.
“Mohon pengerjaan plengsengan sungai kecil yang membelah Jalan Prapen, tepatnya antara SMA 16 sampai sebelum belokan ke kanan arah Margorejo, segera diselesaikan. Dampaknya macet luar biasa di jam-jam padat,” ujar Danang dalam aduannya kepada Halo RRI Jumat 28 Agustus 2026.
Danang berharap pekerjaan yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas dapat lebih banyak dilakukan pada malam hingga dini hari.
Aduan tersebut kemudian diteruskan tim Halo RRI kepada Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga atau DSDABM Kota Surabaya. Pengawas Saluran Drainase DSDABM Kota Surabaya, Bambang Yulianto, membenarkan adanya pekerjaan di Saluran Tengah Prapen, khususnya di sekitar kawasan SMA Negeri 16 Surabaya. Ia menjelaskan, pekerjaan dilakukan secara bertahap, dimulai dari sisi timur Saluran Tengah Prapen sebelum kemudian bergeser ke sisi barat.
“Memang ada pekerjaan di Saluran Tengah Prapen. Sekarang ini pekerjaannya sementara dilakukan di sisi timur saluran. Setelah selesai, nanti bergeser ke sisi barat Saluran Tengah Prapen,” ujar Bambang.
Bambang menegaskan, pekerjaan yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas dilaksanakan pada malam hari. Pengaturan tersebut dilakukan sesuai arahan kepolisian untuk meminimalkan kemacetan di kawasan Prapen.
“Pelaksanaannya dilakukan malam hari, mulai pukul 21.00 sampai 05.00 pagi, sesuai arahan Polsek dan juga Polres. Karena kalau dilakukan siang hari itu macet,” katanya.
Menurut Bambang, apabila masih terdapat aktivitas pekerjaan pada siang hari, kegiatan tersebut diupayakan tidak mengganggu arus lalu lintas. Aktivitas tersebut, antara lain, dapat berupa pekerjaan akhir atau persiapan dan pengaturan peralatan di lokasi.
“Kalaupun ada pekerjaan siang hari yang tidak ada hubungannya dengan lalu lintas, kemungkinan hanya finishing atau setting alat berat maupun menggeser alat berat. Untuk lalu lintas pada siang hari, kita maksimalkan agar tetap lancar dan tidak ada gangguan,” tambahnya.
Penjelasan tersebut menjadi jawaban atas kekhawatiran warga mengenai dampak pekerjaan saluran terhadap mobilitas pengguna jalan, khususnya pada jam sibuk.
Melalui Halo RRI, aduan masyarakat tidak hanya diteruskan kepada instansi terkait, tetapi juga dikonfirmasi untuk memberikan informasi yang lebih jelas kepada publik mengenai penanganan di lapangan.
Masyarakat pun dapat terus memanfaatkan Halo RRI untuk menyampaikan persoalan fasilitas publik maupun kondisi lingkungan yang membutuhkan perhatian dan tindak lanjut dari pihak berwenang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....