Korban Kapal KM Virgo berhasil di Pulangkan, Suasana Duka Menyelimuti Keluarga

  • 17 Sep 2026 06:24 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Duka mendalam menyelimuti keluarga Imam Suparno, seorang kernet dan teknisi truk berusia 66 tahun yang menjadi korban kecelakaan tenggelamnya Kapal KM Virgo Transport 8 yang hilang kontak di Laut Jawa, Kalimantan Selatan. Setelah sempat hilang kabar dan menjalani pencarian intensif, jenazah korban akhirnya ditemukan dan dipulangkan ke rumah duka.

Imam (66) terakhir kali pamit kepada keluarga pada Sabtu lalu untuk bekerja sebagai mekanik truk untuk melakukan pelayaran menggunakan Kapal KM Virgo Transport 8 dari Surabaya menuju Banjarmasin. Korban sempat mengabari keluarga dan memperkirakan berlayar selama kurang lebih dua minggu.

Namun, komunikasi terputus sejak Sabtu malam. Kekhawatiran keluarga terbukti setelah mendengar kabar kecelakaan kapal tersebut pada Minggu pagi. Anak korban, Novia (43), bersama cucunya, Elvira (21), langsung mencari informasi ke Pelabuhan Tanjung Perak.

“Hari Sabtu itu terakhir pamit kerja, foto udah di kapal bilang naik Kapal Virgo. Tak bilangin hati-hati, paling dua mingguan baru balik. Pas Minggu ada berita kapal tenggelam, nomornya Bapak udah enggak aktif, langsung ke Perak carinya,” ujar Novia.

Setelah pencarian oleh tim gabungan Basarnas, Pemkot, dan Jasa Raharja, jenazah Imam akhirnya berhasil dievakuasi dan dipulangkan ke rumah duka pada Selasa siang. Dokumen identitas berupa KTP dan ponsel milik korban ditemukan masih tersimpan aman di dalam saku celana beritsleting yang dikenakannya.

“Alhamdulillahnya bapak itu selalu nyimpen KTP di belakang casing hp, dan hpnya itu di taruh di saku yang ada resletingnya, jadi ketika di temukan sudah sama identitas dirinya. Padahal kami sempat panik karena nama bapak tidak ada di data manifest kapal,” ucapnya.

Sementara cucu korban, Elvira mengungkapkan Almarhum kakeknya dikenal sebagai sosok pekerja keras yang gigih menghidupi keluarganya. Jenazah almarhum kini telah dimakamkan oleh pihak keluarga di Makam Babat Jerawat, Surabaya pada Rabu 16 September 2026 pukul 09.00 WIB.

“Mbah itu sosoknya sangat pekerja keras. Dia tidak mau sedikitpun melihat anak dan cucunya itu gk punya uang, makanya dia kerja sampai umur setua ini, sikap mbak ini sih yang terus jadi teladan aku. Terus Mbah juga terus mengajarkan kita untuk tidak berhenti berjuang,” ungkapnya.

Meski telah mengikhlaskan kepergian almarhum, pihak keluarga menyayangkan belum adanya komunikasi dari pihak pengelola kapal hingga saat ini. Pihak keluarga juga berharap adanya pemeriksaan lebih detail dan perawatan berkala pada kapal untuk mencegah kecelakaan serupa kedepannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....