Keselamatan Pelayaran Bukan Soal Keberuntungan
- 15 Sep 2026 20:41 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Keselamatan pelayaran bukan soal keberuntungan, melainkan harus diupayakan melalui kepatuhan terhadap aturan, pemanfaatan informasi cuaca, serta kesiapan seluruh pihak sebelum kapal berlayar.
Hal tersebut disampaikan Sugeng Widarko, Kepala UPT Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Perak, dalam Dialog Aspirasi Pro1 RRI Surabaya bertema “Keselamatan Laut, Jangan Diserahkan pada Keberuntungan”, Selasa 15 September 2026.
Sugeng mengatakan, kecelakaan di laut dapat dipengaruhi berbagai faktor. Salah satunya kondisi cuaca yang dapat berubah dan berpotensi meningkatkan risiko pelayaran. Karena itu, informasi cuaca dan kondisi laut perlu menjadi bahan pertimbangan sebelum kapal mengambil keputusan untuk berlayar.
“Keselamatan itu bukan keberuntungan, tetapi harus diupayakan. Bagaimana kita mengumpulkan informasi dari pihak-pihak terkait, kemudian patuh pada aturan yang ada,” ujar Sugeng.
Menurutnya, BMKG terus menyampaikan informasi mengenai perkembangan cuaca dan kondisi laut. Informasi tersebut dapat diperbarui dan diakses pengguna sehingga perkembangan kondisi terkini dapat menjadi salah satu acuan bagi operator maupun nakhoda.
Sugeng menilai, keberadaan informasi saja tidak cukup apabila tidak diikuti kepatuhan. Ketika peringatan dini cuaca telah disampaikan, operator dan pihak terkait perlu menjadikannya sebagai pertimbangan dalam menentukan keputusan pelayaran sesuai ketentuan dan SOP yang berlaku.
“Kalau sudah ada informasi atau peringatan, itu harus menjadi perhatian. Jangan sampai informasi sudah diberikan, tetapi kemudian tidak dipatuhi,” katanya.
Ia juga menilai, ke depan diperlukan landasan yang semakin jelas bagi keputusan pelayaran, termasuk melalui dokumen terkait rute pelayaran yang dapat menjadi pegangan bagi kapal. Dengan adanya acuan tersebut, keputusan untuk berlayar dapat lebih terukur dan dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan kondisi yang dihadapi.
“Dokumen rute pelayaran itu penting sebagai pegangan. Jadi bisa menjadi acuan dan landasan, apakah dengan kondisi yang ada kapal siap untuk berlayar atau tidak,” ujar Sugeng.
Sugeng menambahkan, kondisi laut tidak hanya dipengaruhi tinggi gelombang. Arus laut serta faktor meteorologi dan oseanografi lainnya juga dapat memengaruhi keselamatan kapal. Karena itu, informasi mengenai kondisi laut perlu terus dipantau, terutama ketika terjadi perubahan cuaca.
Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak, kata Sugeng, terus memberikan informasi perkembangan cuaca dan kondisi maritim yang dapat dimanfaatkan oleh para nakhoda. Informasi tersebut menjadi bagian dari upaya agar keputusan pelayaran tidak hanya berdasarkan perkiraan, tetapi mempertimbangkan kondisi aktual.
“Informasi ini terus kita sampaikan dan bisa diakses. Jadi perkembangan kondisi cuaca dapat diketahui dan menjadi acuan bagi nakhoda dalam menentukan pelayaran,” tuturnya.
Tidak hanya operator dan nakhoda, masyarakat pengguna transportasi laut juga diingatkan untuk aktif memperbarui informasi sebelum melakukan perjalanan. Pengetahuan mengenai kondisi cuaca dan laut dapat membantu masyarakat memahami potensi risiko perjalanan yang akan dilakukan.
Menurut Sugeng, pencegahan kecelakaan membutuhkan kepatuhan dari seluruh pihak. Informasi peringatan dini, SOP, kondisi kapal, muatan, serta faktor lain yang berkaitan dengan keselamatan perlu diperhatikan secara bersama.
Dengan demikian, keselamatan pelayaran tidak berhenti pada tersedianya informasi. Informasi harus dipahami, dijadikan acuan, dan diikuti dengan kepatuhan terhadap aturan serta keputusan yang tepat. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko kecelakaan di laut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....