Water Bombing Terkendala Angin, Bromo Optimalkan Jalur Darat

  • 14 Sep 2026 12:53 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Gunung Bromo yang sempat membesar hingga mendekati Bromo Hillside di Jemplang, Ngadas, Kabupaten Malang, kini mulai mereda. Hingga Minggu sore 13 September 2026, masih terdapat titik api di kawasan Jemplang, Watu Gede, dan Gunung Kursi.

Pemadaman dilakukan Tim Gabungan dengan mengoptimalkan jalur darat menggunakan tangki air pemadam kebakaran. Tim tersebut melibatkan BPBD Jawa Timur, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), BPBD Kabupaten Malang, TNI, Polri, Manggala Agni, dan masyarakat setempat.

"Sebagaimana imbauan kewaspadaan dari BMKG, saat ini di sejumlah daerah, termasuk di kawasan Bromo ini sedang terjadi angin kencang yang kecepatannya mencapai 19 knot. Dengan kecepatan ini, operasi water bombing tidak bisa kita lakukan," ujar Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto, Senin 14 September 2026.

Upaya pemadaman di sejumlah titik masih terkendala lokasi yang jauh dan medan yang terjal. Untuk memastikan kondisi karhutla, Gatot juga melakukan penyisiran mulai dari kawasan lautan pasir, Bukit Teletubbies, Watu Gede, hingga akses jalan Jemplang.

Pemadaman melalui jalur udara menggunakan helikopter water bombing tidak dapat dilakukan karena kondisi cuaca yang tidak mendukung. Selain angin kencang, abu vulkanik Gunung Semeru juga mengarah ke wilayah Ranupani.

"Yang perlu juga diwaspadai dari angin kencang ini adalah bara api yang belum benar-benar padam. Bisa menyala lagi akibat hembusan angin yang kencang," ucapnya.

Sejak Sabtu (12/9/2026), seluruh jalur wisata di kawasan Gunung Bromo ditutup untuk mengantisipasi dampak karhutla terhadap kesehatan dan keselamatan pengunjung. Kepala Balai Besar TNBTS Rudijatna Tjahja mengatakan asap, partikel benda terbakar, dan gangguan jarak pandang dapat membahayakan wisatawan.

"Karena asap dan partikel-partikel benda yang terbakar bisa mengganggu kesehatan pengunjung dan gangguan jarak pandang. Juga bisa berdampak pada keselamatan pengunjung," katanya.

Berdasarkan data Pusdalop BPBD Jatim, Tim BPBD Jatim telah melakukan water bombing sebanyak 32 kali dalam penanganan Karhutla Gunung Bromo. Sebanyak 17 kali dilakukan pada Jumat (11/9) dan 15 kali pada Sabtu (12/9), dengan total air yang dicurahkan mencapai 32.000 liter.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....