BPBD Jatim Datangkan Helikopter Water Bombing untuk Tangani Karhutla Semeru

  • 02 Sep 2026 09:10 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Semeru, masih menyisakan sejumlah titik api. Hingga kini luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 598 hektare.

Kalaksa BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto Selasa 1 September 2026 mengatakan pihaknya terus berupaya melakukan pemadaman. Salah satunya meminta bantuan helikopter dari BNPB untuk pemadaman via udara.

"Alhamdulillah permintaan tersebut disetujui. Pagi sudah tiba di Surabaya, langsung ke Malang untuk ikut beroperasi, menggunakan metode water bombing untuk pemadaman di wilayah Semeru," katanya.

Hingga kini belum ada laporan korban jiwa. Penanganan terkendala medan yang terjal serta angin cukup kencang, yang membuat api cepat merambat, sehingga pemadaman lewat udara tidak dapat dihindarkan.

"Dengan kapasitas 1.000 liter helikopter tersebut. Apabila cuaca mendukung, artinya tidak ada kabut dan anginnya tidak kencang, maka helikopter bisa beroperasi paling tidak butuh dua hari secara maksimal apabila water bombing dilakukan," terangnya.

Karhutla di kawasan Gunung Semeru, terjadi sejak Rabu, 26 Agustus, terpantau di kawasan Ranu Kembang, jalur pendakian Semeru, Gunung Kepolo, dan Kalimati. Seluruh aktivitas pendakian Gunung Semeru ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan.

"Untuk saat ini, sisa api yang masih menyala adalah di daerah Ranu Pani maupun di B29. Wilayah ini memang wilayah yang sulit untuk dijangkau, sehingga kami hanya bisa memantau," katanya.

BPBD Jawa Timur, BPBD Lumajang, TNBTS, Manggala Agni, TNI-Polri, serta relawan masih terlibat dalam penanganan kebakaran. Kesulitan dari tim darat untuk melakukan pemadaman, selain jarak, lokasi tidak dapat dijangkau, serta angin kencang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....